Peristiwa penganiayaan itu sendiri terjadi di rumah korban, Jumat pekan lalu sekitar pukul 16.30 WIB. Namun, SD, korban penganiayaan, baru melaporkan ke polisi, Senin (21/12/2009) kemarin.
"Benar, ada seorang warga, wanita, melapor ke kami menjadi korban penganiayaan," jelas Kapolsek Silir Agung, Iptu Subandi, pada detiksurabaya.com, Rabu (23/12/2009) siang.
Laporan tersebut, lanjut Iptu Subandi, sudah diterima dan ditindaklanjuti. Korban dan saksi sudah dimintai keterangan. Untuk itu, pihaknya akan berkoordinasi dengan POM AD di Banyuwangi.
Pasalnya, terlapor tercatat sebagai anggota TNI AD di Koramil Cluring, Banyuwangi. "Terlapor anggota TNI AD berdinas di Koramil Cluring, tentu kami akan kordinasi dengan POM AD," tambah Kapolsek yang pernah bertugas di Papua tersebut.
Diduga, penganiayan terjadi lantaran HS dibakar api cemburu. HS mengamuk setelah melihat SD melakukan pembicaraan melalui HP dengan seorang laki-laki. Kabar yang berkembang, SD merupakan istri siri dari HS.
Melihat hal tersebut, HP yang saat itu dipakai korban untuk berkomunikasi langsung dirampas. Selanjutnya, korban dianiaya hingga mengalami luka lebam-lebam di wajahnya. Bahkan, jari telunjuk SD juga menderita luka gigit.
Belum puas, HS memaki-maki SD dengan kata-kata tidak pantas sembari merusak pintu rumah. "Dilaporan polisi, disebutkan kalau terlapor diduga cemburu," tandas Iptu Subandi. (bdh/bdh)











































