Pantauan detiksurabaya.com, kelangkaan BBM jenis premium diantaranya terjadi di 2 SPBU di Jalan Soekarno Hatta, Kabupaten Kediri, masing-masing di Desa Sukorejo dan Paron, Kecamatan Ngasem.
Untuk di wilayah kota, kelangkaan BBM terjadi di SPBU Jalan Joyoboyo. Di seluruh SPBU tersebut, kelangkaan hanya terjadi untuk BBM jenis premium, sementara lainnya masih tersedia, seperti pertamax, solar, danĀ bio solar.
"Sejak semalam sudah habis. Biasanya kalau malam kehabisan, pagi-pagi jam 8 sudah ada kiriman, tapi sampai jam 10 ini belum ada kiriman masuk," kata Intan (22), salah seorang operator di SPBU Desa Sukorejo, Kecamatan Ngasem, Minggu (20/12/2009).
Ditanya mengenai penyebab terjadinya kelangkaan BBM jenis premium, Intan mengaku tidak mengetahuinya secara pasti. Petugas dari Pertamina yang melakukan pengiriman tidak pernah menyebutkan alasan terkait keterlambatan pengiriman tersebut.
"Biasanya kiriman itu setiap hari datang, tapi belakangan 2 hari sekali baru masuk. Penyebabnya apa nggak tahu, petugasnya juga nggak pernah ngasih tahu," ungkap Intan.
Hal senada diungkapkan Mutakim, petugas di SPBU Desa Paron, Kecamatan Ngasem. Sejauh yang diketahuinya, keterlambatan pengiriman BBM tersebut terjadi lantaran antrean kendaraan selama proses perjalanan pengiriman.
"Alasannya ya itu-itu saja, katanya jalanan padet, makanya agak terlambat. Tapi benar begitu apa tidak kami sendiri tidak tahu pasti," kata Mutakim.
Terjadinya kelangkaan BBM jenis premium tersebut menimbulkan kekecewaan di kalangan masyarakat, yang terlanjur datang ke SPBU. Dengan keterpaksaan, tak sedikit diantara mereka yang akhirnya memilih mengisikan BBM jenis pertamax ke dalam kendarannya.
"Lha ini, biasanya saya isi 15 ribu penuh, bisa dapat 3 liter sekarang cuman dapat 2 liter. Daripada motonya nggak jalan, ya terpaksa begini," ujar Agung, salah seorang konsumen di SPBU Desa Paron, Kecamatan Ngasem.
(bdh/bdh)











































