Belajar dari itu semua, pemerintah kemudian mendirikan Satuan Reaksi Cepat Penanggulangan Bencana (SRC-PB) untuk wilayah timur. Base opsnya berada di Lanud Abdulrachman Saleh Malang, Kamis (17/12/2009).
Sebelumnya SRC_PB wilayah Barat juga diresmikan di Lanud Halim Perdana Kusuma awal
Desember 2009 lalu. Satuan Reaksi Cepat Penanggulangan Bencana (SRC-PB) diterjunkan ke lokasi untuk memberi penanganan terhadap korban bencana alam yang terjadi di wilayah timur Indonesia.
SRC-PB dibentuk dari 27 instansi terkait mencangkup dari TNI, POLRI, Departemen
Kesehatan, Departemen Energi dan Sumber Daya Mineral, Departemen Pekerjaan Umum, Depsos, BASARNAS, PMI, dan Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB).
"Kita sudah meresmikan dua SRC-PB yaitu untuk wilayah Timur dan Barat, dengan memiliki satuan ini penanganan bencana dapat dilakukan secara cepat," kata Menko Kesra Agung Laksono saat meresmikan SRC-PB wilayah Timur di Lanud Abdulrachman Saleh di Malang.
Mantan Ketua DPR RI periode 2004-2009 ini perlu semua daerah akan mempunyai tim tanggap bencana. Tujuannya agar mudah melakukan penanganan bencana jika terjadi di daerah.
"Anggaran penanggulangan bencana Tahun 2010 sendiri sebesar Rp 3,5 triliun," ungkapnya.
Dalam peresmian SRC-PB yang dihadiri Menteri Sosial Salim Segaf Al Jufri dan Kepala Badan Nasional Penanggulangan Bencana Syamsul Maarif, juga digelar simulasi
penanganan bencana.
Simulasi juga digelar soal penanganan bencana. Pesawat Hercules milik TNI AU membawa
puluhan anggota SRC-PB diterbangkan menuju lokasi. Mereka secara langsung memberikan pertolongan kepada para korban dan mendirikan tenda-tenda darurat untuk keperluan medis dan logistik. Untuk menjangkau daerah yang sulit ditembus melalui jalur darat distribusi logistik pun dikirim melalui udara.
(wln/wln)











































