Gagal Jantung, Devi dan Dewi Meninggal Dunia

Kembar Siam Probolinggo

Gagal Jantung, Devi dan Dewi Meninggal Dunia

- detikNews
Kamis, 17 Des 2009 09:41 WIB
Gagal Jantung, Devi dan Dewi Meninggal Dunia
Probolinggo - Setelah 3 hari menjalani perawatan RSUD dr Muhamad Saleh Kota Probolinggo, bayi kembar siam dempet dada perut (thoraco abdomino phagus) akhirnya meninggal dunia.

Putri kedua pasangan Anis Slowati (26) dan Herman (27), warga Dusun Kali Cangkah, Desa Mentor, Kecamatan Sumberasih, Kabupaten Probolinggo meninggal dunia  sekitar pukul 21.00 WIB, Rabu (16/12/2009) malam.

Anak kedua dari pasutri Anis Slowati dan Herman itu meninggal pukul 21.00, Rabu (16/12/2009) malam dan dimakamkan di desa setempat yang hanya berjarak sekitar 50 meter dari rumahnya.

Bayi yang diberi nama Devi dan Dewi ini meninggal karena mengalami gangguan jantung dan paru-paru. Gangguan itu sudah dialami si bayi yang memiliki berat badan 3.600 gram dan panjang 36 cm dan saudaranya 41 cm sejak lahir, Senin (14/12/2009) lalu.

Direktur RSUD dr Muhamad Saleh Kota Probolinggo, dr Budi Poerwohadi membenarkan kondisi bayi kembar siam yang mengalami gangguan. Pihaknya sudah melakukan perawatan dan berkonsultasi dengan RSU dr Soetomo Surabaya.

"Kondisi bayi itu memang kurang baik sejak lahir dan mengalami gagal jantung," kata dr Budi Poerwohadi saat dikonfirmasi detiksurabaya.com, Kamis (17/12/2009).

Bahkan, kata dia, saat kondisinya kritis pun pihaknya berkali-kali menghubungi pihak RSU dr Soetomo. "Sejak kurang baiknya kondisi bayi itu, kita langsung koordinasi dengan tim dokter ahli di Surabaya," tambahnya.

Sementara saat orangtua bayi ditemui di rumahnya tampak pasrah dan menyerahkan semuanya pada takdir. Apalagi sebelum meninggal kondisi kedua bayinya sudah menurun dan tubuhnya mulai menggigil serta mengalami gangguan pernafasan.

"Ini sudah takdir mas. Kata dokter kondisinya terus menurun," ujar suami Anis Slowati, Herman saat ditemui detiksurabaya.com di rumahnya.

Dia mengaku sebelum anak kembarnya lahir, dirinya sudah mendapat firasat. Anak pertamanya, Yoga (5,5) mengaku bakal memiliki adik kembar. "Dia bilang ke saya sendiri, satu minggu sebelum kelahiran anak kembar saya itu kalau punya dik kembar," kenangnya.

Mendengar penuturan Yoga, Herman memang sebelumnya tidak yakin. Sebab anaknya dianggap masih kecil. "Tak tahunya setelah ibunya melahirkan, anak saya berkata benar," katanya. 

Sementara nama kedua bayinya itu didapat dari kakaknya bernama Tohar. Saat itu dirinya bingung mencarikan nama. Karena kakaknya memberikan nama itu lantas disetujui meski belum tahu artinya.

Sementara pantauan detiksurabaya.com di rumah duka, semua kerabat dan keluarga pasutri Anis Slowati dan Herman itu masih terlihat sedih. Rumah berukuran 6 x 10 meter terlihat sepi. Hanya ada beberapa tetangga yang datang nyelawat. Mereka ikut berbelasungkawa dengan musibah yang dialami oleh keluarga dan Anis Slowati dan Herman.

Sebelumnya, seorang bayi kembar siam dempet dada perut (thoraco abdomino phagus) lahir di Kota Probolinggo. Bayi berjenis kelamin perempuan ini putri kedua pasangan Ny Anis Slowati (26) dan Herman (28).

Anak kedua ini lahir secara spontan atau normal sekitar pukul 10.15 WIB, Senin (14/12/2009) di bidan desa. Mengetahui anaknya dempet, bidan itu langsung merujuknya ke RSUD dr Muhammad Saleh Kota Probolinggo. Sejak lahir kedua kondisi bayi kritis dan membiru.

(fat/fat)
Berita Terkait