"Ya kita sudah dihubungi pihak RS Probolinggo yang diwakili dr Endang SpA. Ternyata setelah kita gali infonya, bayi itu kondisinya biru dan berat badannya terlalu kecil," kata Ketua Tim Kembar Siam RSU dr Soetomo Surabaya, dr Agus Harianto SpAK kepada detiksurabaya.com, Senin (14/12/2009).
Dia menjelaskan, pihak RS Probolinggo sudah disarankan untuk melakukan terapi pada bayi yang masih membiru. Seperti memberi oksigen dan tidak banyak dipegang oleh tangan manusia, agar tidak mudah terinfeksi kuman atau virus.
"Bayi ini lahir di bidan desa, setelah diketahui kembar barulah dirujuk ke RSUD Probolinggo," tambahnya.
Bila proses stabilisasi dilakukan bertambah baik, maka tim dokter RSU dr Soetomo akan menjemput bayi ke-44. Pihak RSU dr Soetomo menyarankan agar bayi tidak tergesa-gesa dikirim ke Surabaya. Dikhawatirkan, bayi tersebut meninggal dunia karena kelelahan atau memburuk.
"Kita menyarankan agar tidak dikirim ke Surabaya, karena akibatnya fatal. Tunggullah kondisi bayi normal dan bagus," tegasnya. (fat/fat)










































