Saat para penambang berlarian menyelamatkan diri, seorang wanita bernama Subhanah (42) yang juga ikut menambang tertimpa longsor karena saat melarikan diri langkahnya terantuk batu.
Tubuh ibu dua anak itu langsung tertimbun longsor. Melihat korban tertimbun, belasan penambang tradisional yang sempat lari menyelamatkan diri kembali menuju tempat korban.
"Beruntung tumpukan batu dan pasir yang menimbun korban tidak terlalu tinggi. Dengan peralatan seadanya, kami akhirnya berhasil mengangkat tubuh Subhanah dari tumpukan longsor batu," terang Hasim, salah seorang penambang batu tradisional yang ikut mengantar korban ke Puskesmas Proppo, Jumat (11/12/2009).
Menurut Hasim, tidak ada seorang pun yang mengetahui penyebab longsornya bukit batu yang menjadi lokasi penambangan batu. Seperti hari-hari biasa, belasan penambang tradisional itu bekerja penuh semangat. Sebongkah demi sebongkah, batu gunung berhasil dicongkel dan dilempar ke bawah bukit.
Sedangkan korban yang bertugas mengumpulkan bongkahan batu di bawah bukit, terlihat serius menata bongkahan batu ke sebuah galangan. "Namun, tiba-tiba pundak bukit batu itu patah dan menimbulkan longsor. Melihat itu, kami langsung lari menyelamatkan diri," terang Hasim.
Namun sial bagi korban yang berada di kaki bukit. Wanita itu kurang cepat menyelamatkan diri, sehingga tubuhnya tertimpa longsoran. "Setelah kami evakuasi ke puskesmas, Subhanah harus dirujuk ke rumah sakit. Sebab, korban kesulitan bernafas dan puskesmas tak memiliki peralatan medis yang memadai," imbuh Hasim.
Hasim yang juga saudara sepupu korban akhirnya mendampingi ke RSU Pamekasan. Lantaran nafasnya masih terganggu, korban menjalani rawat inap. Hasim berharap, korban mendapat perawatan medis gratis. Sebab, Subhanah korban tercatat sebagai pemegang kartu Askeskin.
Menurut Hasim, warga Dusun Sa'angan yang biasa menambang masih terlihat trauma. Warga penambang sepakat untuk menghentikan kegiatannya selama sepekan. Jika dipandang tak membahayakan lagi, Hasim bersama warga lainnya akan meneruskan penambangan batu di bukit Sa'angan.
Sebab, penambangan tradisional adalah menjadi pekerjaan pokok warga Dusun Sa'angan. Sebab lahan pertanian di Dusun Sa'angan tidak subur karena berada di atas tanah berbatu.
(fat/fat)










































