Tak Digubris Pemkot Kediri, Massa IPK Ngamuk

Peringatan Hari Antikorupsi

Tak Digubris Pemkot Kediri, Massa IPK Ngamuk

- detikNews
Rabu, 09 Des 2009 12:59 WIB
Tak Digubris Pemkot Kediri, Massa IPK Ngamuk
Kediri - Tak ditanggapi saat menggelar aksi memperingati Hari Anti Korupsi di Balai Kota Kediri, puluhan massa dari Ikatan Pemuda Kediri (IPK) kesal dan mengamuk. Mereka menendang pagar pembatas.

Sementara pejabat di Lingkungan Pemerintah Kota Kediri tidak bersedia menemui massa karena berada di SMPN 1 meresmikan kantin kejujuran.

"Ayo metuo lek wani, ojok ndelik ae. (Ayo keluar kalau berani, jangan sembunyi saja)," teriak Bagus, salah seorang massa sambil menendang pagar pembatas di Balai Kota Kediri berulang kali, Rabu (9/12/2009).

Bersama massa dan puluhan tukang becak mendorong pagar pembatas.
Namun kemarahan massa tidak berujung terjadinya bentrokan. Apalagi polisi dan Satpol PP yang berjaga tak terpancing membalas aksi anarkis massa. Beberapa menit marah dan kesal, massa pun meninggalkan lokasi dengan senidirnya.

Kasat Samapta Polresta Kediri AKP Bambang Sugianto mengaku sengaja tidak memberi tandingan terhadap massa. "Ini perintah atasan yang melarang kami bertindak represif. Asalkan kondisi tetap kondusif kami hanya ditugaskan mengawal saja," ungkapnya.

Di tempat terpisah massa dari Gerakan Mahasiswa Nasional Indonesia (GMNI) Kediri di Alun-Alun Kota Kediri juga menggelar aksi. Mereka menggelar orasi terbuka dan teatrikal menggambarkan penderitaan rakyat miskin yang semakin tertindas, setelah pemerintah tak sanggup menekan tindak pidana korupsi.

Dalam aksi ini GMNI juga menuntut Presiden SBY dan Wapres Boediono untuk mundur dari jabatannya. Keduanya dianggap gagal mengemban amanat rakyat untuk meningkatkan kesejahteraan. Dengan penjagaan ketat aparat kepolisian, aksi ini berjalan aman dan tertib hingga massa membubarkan diri. (fat/fat)
Berita Terkait