Keluarga Pencuri Semangka Terima Pengembalian 'Uang Damai'

Keluarga Pencuri Semangka Terima Pengembalian 'Uang Damai'

- detikNews
Rabu, 09 Des 2009 12:15 WIB
Keluarga Pencuri Semangka Terima Pengembalian Uang Damai
Kediri - Keluarga Basar, salah seorang terdakwa pencuri satu semangka mengaku telah menerima kembali 'uang damai' sebesar Rp 500 ribu  yang sebelumnya sempat diberikan ke oknum polisi.

Pernyataan ini diungkapkan Suminem, istri Basar saat ditemui wartawan di rumahnya, Kelurahan Bujel, Kecamatan Mojoroto, Kota Kediri, Rabu (9/12/2009).

Dia mengaku pengembalian 'uang damai' itu dilakukan oleh anggota Polsek Mojoroto berinisial PR beberapa hari yang lalu, setelah kabar keluarganya menjadi korban pemerasan ramai diberitakan di media massa.

"Mungkin takut atau bagaimana saya nggak paham. Yang jelas dia datang sendiri ke rumah dan mengembalikan uang itu," ungkap Suminem.

Terkait nilai uang yang berkurang dari jumlah yang telah diberikan sebelumnya, Suminem mengaku tidak mempermasalahkan. Menurutnya, keluarganya sudah mengikhlaskan uang itu sejak mengetahui adanya percobaan penipuan dengan tetap berlanjutnya kasus suaminya hingga ke meja hijau.

"Nggak menyangka mas. Ini kembali saja sudah seneng, lha wong saya kira sudah hilang," ujarnya.

Secara terpisah Kapolsek Mojoroto AKP Budi Nariyanto saat dikonfirmasi mengenai pengembalian uang oleh personelnya enggan memberi banyak keterangan. Dengan alasan penanganan kasus sudah diambil alih Polresta. Dia meminta detiksurabaya.com mengkonfirmasikan ke Mapolresta Kediri.

Sementara Wakapolresta Kediri Kompol Kuwadi ditemui di sela-sela aksi peringatan Hari Antikorupsi membantah jika ada anggotanya yang telah mengembalikan 'uang damai' kepada keluarga Basar.

Dia menegaskan jika kepolisian sudah merubahan paradigmanya dengan tidak menyertai aktivitas penyidikan dengan tindakan pemerasan.

"Nggak benar itu, nggak benar. Demi Allah saya berani sumpah tidak ada anggota yang sampai melakukan tindakan seperti itu," ujar Kuwadi.

Ketika disebutkan inisial PR sebagai oknum anggota kepolisian yang mengembalikan uang tersebut, Kuwadi tetap membantahnya. "Siapa PR. Kapolseknya di Mojoroto Budi, Wakapolseknya Budi, kanit-kanitnya juga nggak ada yang inisialnya PR. Saya berani tegaskan itu orang-orang yang mencoba mengail di air keruh," tegasnya.

Sebelumnya, keluarga Basar sempat dimintai sejumlah uang oknum anggota kepolisian sebagai upaya pelepasannya. Namun sayang,setelah uang Rp 1 juta, dari Rp 3 juta yang diminta diberikan, Basar saat itu tak kunjung dilepaskan.
(bdh/bdh)
Berita Terkait