Ke-4 mahasiswa yang luka di bagian tangan, kaki dan dahi itu yakni Faridi, Rozi, Adit dan Didik. "Usai aksi, kami akan meminta visum ke rumah sakit," kata salah satu mahasiswa yang mengalami luka, Faridi saat ditemui di halaman DPRD Pamekasan, Rabu (9/12/2009).
Secara terpisah Wakapolres Pamekasan, Kompol Muliyadji yang memimpin pengamanan aksi demo, mempersilahkan mahasiswa untuk melapor ke polisi. "Kami akan memprosesnya sepanjang mahasiswa mengatahui persis identitas anggota kami," tegas Muliyadi kepada detiksurabaya.com.
Kompol Muliyadji menegaskan, tidak ada kejadian pemukulan mahasiswa oleh anggotanya. "Saat itu terjadi chaos. Semuanya terjadi spontanitas. Jadi sama sekali tidak ada pemukulan atas mahasiswa," tegas Muliyadji.
Sebelumnya, aksi demo memperingati Hari Anti Korupsi di Pamekasan dilakukan secara bergelombang. Usai aksi massa dari PMII, ratusan massa dari GMNI dan HMI berdemo di Taman Arek Lancor Pamekasan.
(fat/fat)











































