"Kok tega benar yang membunuh istri saya," katanya kepada wartawan di sela-sela olah TKP di Perumahan Pesona Permata Gading II, Bluru Kidul, Sidoarjo sembari menghisap dalam-dalam rokoknya, Selasa (8/12/2009).
Pria bertubuh subur ini juga menyesali kejadian yang menimpanya disaat kondisi keluarganya sedang dalam kondisi tidak harmonis.
"Cek abote cobaan aku yo. Aku terus terang saiki syok. Sing nggarai aku syok pas keadaan koyok ngene malah onok kejadian ngene (Sangat berat cobaan yang saya alami saat ini. Terus terang sekarang aku lagi syok berat. Yang membuat syok kenapa keadaan seperti ini malah ada kejadian seperti ini)," ungkapnya dengan mata berkaca-kaca.
Pram yang biasa disapa mengungkapkan sehari sebelum istrinya ditemukan tewas pada Minggu (5/12/2009) sekitar pukul 20.00 WIB, Pram bersama ibu angkatnya, sopir dan seorang teman kantornya mendatangi rumahnya untuk menyelesaikan masalah rumah tangganya dengan cara baik-baik dan secara kekeluargaan.
"Oleh karena itu saya lebih memilih kost 2 bulan terakhir. Saya datang semalam sebelum ditemukan meninggal itu kondisi rumah dalam keadaan gelap serta terkunci," tuturnya.
Pram mengaku kalau istrinya meninggal setelah dirinya ditelpon kantor untuk segera pulang ke rumah. "Saya tahu jika istri saya meninggal setelah kantor menelpon memberi tahu jika istri saya sudah kaku dan sejak saat itu saya syok," tandasnya.
(ze/wln)










































