Bahkan beberapa kali Andi melakukan bunuh diri namun selalu gagal karena diketahui pihak keluarganya.
Tekanan mental ini juga membuat warga Desa kanung, Kecamatan Sawahan, dirawat di Rumah Sakit Jiwa di Solo. Jenazah Andi diketahui pertama kali oleh ibu kandungnya bernama Sriati (50) pada pukul 09.30 WIB, Jumat (4/12/2009).
Andi mengantungkan diri dengan menggunakan tali tampar berwarna merah yang dipasangnya di kayu blandar di bagian dapur rumahnya.
Kapolsek Sawahan AKP Basuki mengatakan bahwa Andi sudah 4 tahun ini mengalami tekanan mental dan sudah sering kali melakukan coba bunuh diri. Dari pengakuan Sudarmadi ayah Andi 3 hari ini obat dari RS jiwa Solo habis. Orangtuanya belum membelikan obat karena tidak ada uang.
"Korban murni bunuh diri. Ini pengakuan ayah kandungnya. Dia memang stres sejak 4 tahun terakhir. Katanya 3 hari ini tidak minum obat karena habis dan orang tua tidak ada uang untuk beli obatnya," tutur Basuki kepada wartawan.
Basuki menambahkan Andi sebenarnya baru 2 minggu ini keluar dari Lapas Madiun dalam kasus penganiayaan. Di dalam lapas korban dilaporkan juga sering kepergok akan bunuh diri namun selalu gagal karena keburu diketahui sesama napi di lapas. Saat ini korbn telah dimakamkan di pemakaman setempat. Sebelumnya pihak dokter menyatakan Andi tewas karena bunuh diri.
(wln/wln)











































