Di tubuh korban terdapat luka memar terutama di bagian wajah sebelah kanan dan luka tusuk di kepala bagian belakang dengan lebar 1,5 cm dan kedalaman 3 cm. Bahkan saat dimandikan dan akan dimasukkan liang lahat, darah segar terus berceceran.
Dugaan kerabat korban, tewasnya bapak 3 anak itu diduga dilakukan istri korban, Baitun (40) dan putri ketiga yakni HN yang masih berumur 13 tahun.
Warga sekitar yang juga sepupu korban, Hafidz (36) mengaku sebelum tewas korban dan pelaku terlihat cek cok 2 kali. Bahkan terlihat ada penganiayaan dua hari lalu sebelum korban tewas. Kini kasus itu ditangani pihak kepolisian.
"Yang aneh, istri korban langsung menghilang dari rumah sejak ditemukan meninggal dunia," ujar Hafidz kepada detiksurabaya.com di rumahnya, Desa Aeng Panas, Kecamatan Pragaan, Sumenep, Jumat (4/12/2009).
Sementara Kapolsek Prenduan, AKP La Bunga menjelaskan, sampai saat ini sudah ada 6 orang yang diperiksa sebagai saksi.
"Untuk perkembangannya masih kita tunggu penyelidikan anggota di lapangan," kata La Bunga saat dihubungi detiksurabaya.com via telepon selulernya.
Dia menjelaskan, anak dan istri korban menolak untuk dilakukan visum. Alasannya tidak ada masalah dan mengikhlaskan kondisi suaminya yang sudah tewas.
"Tapi penyidik tetap proaktif untuk mengusut dugaan penganiayaan hingga meninggal dunia," pungkasnya. (fat/fat)










































