Pemuda Gila Ditemukan Tewas Penuh Luka

Pemuda Gila Ditemukan Tewas Penuh Luka

- detikNews
Rabu, 02 Des 2009 14:00 WIB
Malang - Seorang pemuda ditemukan tewas dalam kondisi tubuh penuh luka di Jalan Kemuning RT 3/RW 9 Kecamatan Lowokwaru, Kota Malang. Mayat korban bernama Wawan (19) ditemukan di ruang tamu rumahnya, Rabu (2/12/2009) siang.

Peristiwa itu pertama kali dilaporkan oleh Nugroho (25), kakak korban yang melapor kepada Ketua RT Tono (40). Kakak korban mengaku jika adiknya mengalami luka setelah loncat-loncat dari atas tempat tidur.

Menurut salah seorang saksi, Erik (30) yang juga salah satu anak ketua RT bahwa saat ada laporan tersebut, pihaknya langsung mendatang rumah korban di Jalan Kemuning No 7.

Setelah itu Erik pun menjemput orangtua korban, Harimurti yang sehari-hari berjualan daging di Pasar Tawangmangu atau sekitar 500 meter dari lokasi kejadian.

"Setahu saya korban terbaring dengan banyak darah di bagian dada di ruang tamu. Kemudian bersama orang tua saya, korban dibawa ke rumah sakit," jelas Erik.

Erik menambahkan sehari-hari korban tinggal bersama kakak dan ibunya. Korban diketahui beberapa tahun mengalami gangguan jiwa. "Jarang ngomong mas kalau keluar, memang dia agak mengalami gangguan jiwa," ujar Erik.

Petugas dari Polsek Lowokwaru pun melakukan olah TKP. Mereka mencurigai kakak korban dan mencari barang bukti. "Ada kecurigaan kami kakak korban adalah pelakunya, tapi kita masih dalami dulu," ujar petugas di sela-sela menginterogasi kakak korban.

Kecurigaan polisi ini dikarenakan korban hanya bersama pelaku sebelum kejadian. Diduga laporan pelaku kepada ketua RT setempat merupakan alibi. Kepada petugas, Nugroho yang diketahui mengalami gangguan jiwa berulang kali mengaku bukan pelaku pembunuhan.

"Saya ini bukan pembunuh, dia mati karena jatuh setelah loncat-loncat dari atas kamar tidur," jelas Nugroho saat diterogasi petugas.

Menurut warga sekitar kedua kakak beradik ini jarang sekali diketahui terlibat pertengkaran. Bahkan sebelum kejadian, korban sempat membeli jamu tradisional yang dijajakan di depan rumahnya.

Hal ini diungkapkan penjual jamu, Sri Mulyati (36) bahwa sekitar pukul 09.00 WIB korban mendatangi dirinya untuk membeli jamu. "Saya minta jangan membayar saat meminta jamu, korban waktu itu meminta jamu beras kencur, tiap hari setiap saya lewat korban selalu meminta jamu," kata wanita yang kaget mendengar kabar korban tewas dibunuh kakaknya sendiri.

Sementara jasad korban pun dibawa ke kamar mayat RSU Dr Saiful Anwar (RSSA) Malang menunggu proses otopsi.

(fat/fat)
Berita Terkait