Kepala Dinas Pendidikan Sulihtyono mengatakan, saat ini pihaknya telah mengirimkan timĀ ke SMAN1 Wongsorejo. Tim itu akan mencari tahu sejauh mana kebenaran tuduhan cabul yang diarahkan ke Sapto Susilo.
Untuk mendapatkan sebuah informasi yang benar, tim akan menggali data darisemua pihak yang terlibat. Mulai dari kepala sekolah, sampai pihak yang disebut sebagai korban dari ulah Sapto Susilo.
"Tujuannya untuk melihat sejauh mana yang telah terjadi, apakah ada unsur sengaja atau rekayasa. Tim akan menggali fakta dari semua pihak yang ada," ungkap Sulihtyono,
saat ditemui di ruangannya, Selasa (1/12/2009).
Jika terbukti ada pelanggaran displin, lanjut Sulihtyono, pihaknya akan mengacu pada
Peraturan Pemerintah (PP) nomor 30 tahun 1980 tentang Kepegawaian. Namun hal itu masih menunggu kajian yang dilakukan tim yang mulai bekerja hari ini.
Langkah Disdik buntut dari aksi puluhan walimurid yang didampingi anggota dewan mendatangi SMAN 1 Wongsorejo pada Senin (30/11/2009). Massa dengan penuh emosi mencari Sapto untuk bertanggung jawab atas ulah cabulnya terhadap seorang staf TU. Namun tuduhan itu dibantah Sapto.
Sementara itu, kasus dugaan asusila secara resmi tengah ditangani Polres Banyuwangi. Sapto Susilo, sebagai tertuduh mengaku sudah menjalani pemeriksaan penyidik.
"Saya pro aktif, saya sudah diperiksa penyidik. Sudah saya jawab semua pertanyaan penyidik, kalau tidak benar saya berbuat cabul atau mesum apalagi memperkosa," tegas Sapto Susilo, saat ditemui di gedung DPRD Banyuwangi, seusai menggelar aksi tunggal. (wln/wln)











































