Guru Perusak Kamera Wartawan Diancam 2 Tahun Penjara

Guru Perusak Kamera Wartawan Diancam 2 Tahun Penjara

- detikNews
Senin, 30 Nov 2009 14:46 WIB
Guru Perusak Kamera Wartawan Diancam 2 Tahun Penjara
Surabaya - Guru SMPN 3 Lumajang, Pait Hariyanto dituntut Jaksa Penuntut Umum (JPU) 2 tahun penjara. Pait diajukan ke meja hijau karena dituduh telah merusak kamera dan menghalang-halangi wartawan TVOne saat melakukan peliputan.

"Terdakwa melanggar UU No 40 Tahun 1999 tentang pers," kata Jaksa Penuntut Umum (JPU), Kumara Lubis dalam sidang di Pengadilan Negeri Lumajang, Senin (30/11/2009).

Selain dituntut hukuman 2 tahun penjara, dalam sidang yang dipimpin majelis hakim Yesaya Tarigan, JPU juga memberikan hukuman denda sebesar Rp 500 juta.

Terdakwa Pait Hariyanto yang hadir dalam sidang, tidak terlihat didampingi kuasa hukumnya. Sedangkan wartawan beberapa harian di Lumajang mendominasi ruang sidang untuk mengetahui jalannya persidangan.

Sementara, Pait Hariyanto di depan majelis hakim mengaku tidak melakukan pengrusakan pada kamera milik Wawan Sugiarto, melainkan hanya menutupi agar wajahnya dari sorotan kamera.

"Saya tidak merusak pak, hanya menutupi kamera dengan tangan," kata Pait dalam sidang.

Aksi pelecehan yang dilakukan terdakwa terjadi saat wartawan tengah mengkonfirmasi kasus dugaan praktek bagi-bagi uang yang dilakukan salah satu calon DPD Jatim, Senin (6/4/2009).

Namun saat wartawan tengah mewancarai Kepala Sekolah dan Humas SMPN 3, tiba-tiba datang Paid Harianto, guru Fisika dan langsung memaki-maki semua wartawan.

Mendapat semprotan kata-kata kasar dan pelecehan, adu mulut antara wartawan dan Pait Hariyanto pun tak terhindarkan. Melihat peristiwa adu mulut, Wawan Sugiarto wartawan TVOne dengan cepat mengambil kamera dan mengambil gambar peristiwa kasar oknum guru tersebut.

Ketegangan pun terjadi saat Pait Hariyanto merebut dan merusak kamera milik wartawan TVOne dengan alasan tak ingin wajaknya disorot oleh kamera wartawan.

Tak sampai di situ, oknum guru yang mengaku dari suku Madura ini menantang wartawan untuk berkelahi. Namun sejumlah wartawan tidak meladeni guru yang emosional tanpa sebab itu.

(bdh/bdh)
Berita Terkait