Korban bernama Muhamad Adi Wijaya (10) kelas III SDN I Bantaran, Probolinggo pun enggan sekolah. Dia dijewer gurunya bernama Tunis (40).
"Masak ada guru seperti itu. Sekarang itu sudah bukan zamannya lagi mengajar menggunakan kekerasan," ujar orangtua korban, Ny. Yanti kepada wartawan saat di Polsek Bantaran, Senin (30/11/2009).
Ny. Yanti mengaku, ulah Tunis itu tidak hanya sekali saja dilakukan pada anaknya. Namun, sudah ketiga kalinya. "Perlakuan kasar Pak Tunis itu tidak hanya sekali ini saja dilakukan. Tapi sudah berulang kali," tandasnya.
Melihat ulah guru yang temperamen terhadap siswanya, Ny. Yanti mengaku pernah melaporkan ke Kasek SDN I Bantaran, Muhayadi. "Saya pernah melaporkan ke Kasek Muhayadi agar kejadian yang menimpa terhadap anak saya tidak terjadi pada siswa lainnya. Namun tidak ada tindakan tegas sama sekali," imbuhnya.
Merasa geram dengan ulah guru temperamen itu, Ny. Yanti akhirnya nekat menempuh jalur hukum.
Sementara Kanit Reskrim Polsek Bantaran, Bripka Marwadi bahwa kasus itu sedang proses penanganan penyidik. "Kasusnya masih dalam proses penanganan penyidik. Tunggu sajalah perkembangannya," tandasnya. (fat/fat)











































