makanan dengan bahan baku tanaman yang tumbuh. Kalau tidak nasib bisa sama seperti Emi (37) warga Desa Plaosan, Kecamatan Ngajum, Kabupaten Malang.
Emi bersama dua anaknya dilarikan ke rumah sakit karena keracunan setelah mengkonsumsi jamur yang dipetiknya dari halaman rumahnya. Emi bersama kedua anaknya Bagus Ryan Iswara (12) dan Felia Malik (16) menjalani perawatan intebsif di Ruang I RSUD Kanjuruhan, Kepanjen.
Emi mengaku nekat memasak jamur yang tumbuh di pelataran rumahnya karena iseng. Dia penasaran melihat banyak jamur tumbuh subur setelah wilayah tempat tinggalnya diguyur hujan beberapa hari ini. Ibu empat anak ini kemudian mengambil 10 jamur untuk ditumis.
"Saya pikir tidak ada apa-apa, mau masak daging juga tidak ada yang korban, jadi tidak
mendapat jatah daging korban," kata Emi seraya berbaring di tempat tidur Ruang I
RSUD Kanjuruhan, Sabtu (28/11/2009).
Dua jam setelah mengonsumsi tumis jamur itu, Emi merasakan mual serta sakit pada perutnya. Kejadian ini secara bersamaan juga dialami kedua anaknya. Untung saja, Manda (5) anaknya yang paling bungsu tidak ikut mengonsumsi jamur tumis karena mengalami demam.
"Setelah muntah-muntah terus, Saya meminta pertolongan tetangga dan mereka kemudian membawa kami ke rumah sakit," tutur Emi.
Wakil Kepala Ruang I RSUD Kanjuruhan Sujarno mengatakan, hasil diaognosa sementara ketiga pasien mengalami gangguan pencernaan akibat mengonsumsi jamur. Pihak rumah sakit sendiri memberikan penanganan kepada ketiga pasien ini dengan menyuntikan melalui infus serta obat penghilang rasa mual.
Sujarno juga mengimbau kepada masyarakat untuk tidak sembarang mengonsumsi jamur yang biasa tumbuh subur di pelataran rumah saat musim hujan seperti sekarang ini. "Kondisi ketiganya sudah beransur baik," ujar Sujarno. (wln/wln)










































