Kecamatan Gandusari, Kabupaten Blitar harus merasakan sempit dan panasnya penjara.
Lembabnya penjara barangkali sesuai dengan perbuatan yang dilakukannya yaitu memperkosa anak di bawah umur yang terhitung keponakannya sendiri.
Dia memperkosa gadis kecil yang malang itu dengan cara berdiri saat Bunga sebut saja begitu berusia 12 tahun sedang menonton televisi. Peristiwa itu terjadi pada Rabu (25/11/2009) lalu. Baru ketahuan ketika Bunga mengeluh pada orangtuanya kalau alat kelaminnya sakit ketika buang air kecil.
Orangtua Bunga kemudian mempertanyakan apa penyebab kemaluan putrinya sakit. Bunga mengaku kalau dia diperlakukan tidak senonoh oleh pamannya. Awalnya orangtua Bunga tidak percaya dan menanyakan hal itu pada pelaku. Pelaku mengaku, orangtua Bunga kemudian melaporkan Basori ke polisi.
Kasat Reskrim Polres Blitar Mustofa mengatakan berdasarkan pengakuan Basori dihadapan penyidik dilakukannya saat itu tersangka datang ke rumah korban yang kondisinya sepi.
"Aksi pemerkosaan itu sendiri dilakukan pada saat kondisi rumah dalam keadaan sepi," katanya kepada wartawan di Polres Blitar Jumat (27/11/10).
Awal kata Mustofa, tersangka datang ke rumah korban hanya untuk main. Namun saat melihat Bunga dan mengetahui orangtua Bunga keluar rumah nafsunya keluar. Dia memaksa Bunga melayani nafsu setannya untuk berhubungan intim layaknya suami istri.
Bunga sempat meronta dan menolak namun karena diancam pelaku akan dipukul dia menyerah. Pemerkosaan dilakukan tersangka dengan cara berdiri.
"Kejadianya dilakukan dengancara berdiri. Setelah melakukan pemerkosaan korban diancam agar tidak memberitahukan perbuatan itu pada orangtuanya," ungkap Mustoga.
Tersangka dijerat dengan pasal 289 KUHP Jo 82 UU RI No 23 Tahun 2002 tentang
perlindungan anak dengan ancaman hukuman 15 tahun penjara.
Basori sendiri mengaku khilaf dengan perbuatannya itu. Dia melakukan karena hasratnya lama tidak disalurkan. "Saya memang melakukan perbuatan itu karena saya saat itu khilaf," tuturnya.
Penyesalan memang kadang datang terlambat. Nasi sudah menjadi bubur, Bunga harus kehilangan mahkotanya di usianya yang sedang mekar-mekarnya.
(wln/wln)










































