Kepada petugas mereka selalu mengatakan kalau para PSK sudah pulang kampung dan tidak bekerja lagi. Setiap kali pemilik rumah sepertinya tahu jika akan ada razia ketika razia digelar PSK itu diungsikan sementara ke tempat lain.
Kasat Samapta Polres Sumenep, AKP Mudjib mengatakan, selama ini pihaknya aktifmelakukan razia, tapi seringkali tidak menemukan para PSK itu. Mudjib berjanji akan lebih intensif melakukan razia PSK bersama Satpol PP selaku penegak perda.
"Kalau saya ke sana malah tidak ada PSK. Berarti rencana razia bocor duluan," kata Mudjib pada detiksurabaya.com di kantornya, Jalan Urip Sumoharjo, Sumenep, Rabu(25/11/2009).
Sementara itu anggota DPRD Sumenep, Rahema mengatakan, pada umumnya masyarakat takut untuk mengusir para PSK yang masuk perkampungan, karena dibekingi setempat.
"Warga sebenarnya menolak kehadiran PSK yang mayoritas dari luar Madura, tapi tidak
berani mengusir terang-terangan," ungkap Rahema di kantor DPRD, Jalan Trunojoyo.
Untuk itu, dia mendesak agar aparat penegak hukum tegas dalam memberantas PSK, baik Satpol PP maupun aparat kepolisian. "Ini tidak bisa dibiarkan karena akan merusak
moral warga setempat," tandasnya. (wln/wln)











































