Meski tanpa bukti Sudomo (55) menuduh Yayuk Rofiqoh (27), bibinya sebagai biang keladi dari kondisi 'burungnya' yang tak lagi perkasa. Sudomo nyaris membacok Yayuk dengan sebilah clurit. Beruntung nyawa Yayuk tak melayang namun anyaman bambu di warung miliknya rusak parah.
"Dinding gedek (anyaman bambu) warung korban rusak dibacoki Sudomo dengan clurit,"
kata Kapolsek Muncar, AKP Bakin saat ditemui detiksurabaya.com di ruangannya.
Saat diperiksa, Sudomo mengatakan kenekatannya hanya untuk menakut-nakuti bibinya. Pasalnya, dia jengkel dengan bibinya. Racun yang membuat 'burungnya' lemas diduga dicampur dengan makanan yang dihidangkan pada saat sarapan pagi.
Niat untuk menakut-nakuti baru terlaksana setelah Sudomo pulang dari melaut. Dengan menenteng sebilah clurit, pelaku mendatangi Yayuk yang tengah berada di warung miliknya.
"Dua hari yang lalu saya sarapan pagi, sehabis makan saya mual-mual dan muntah. Sembuh setelah saya minum air kelapa muda. Gara-gara di racun itu burung saya tak mau berdiri," ungkap Sudomo disambut tawa geli petugas.
Lain halnya dengan Yayuk. Menurut Yayuk jika Sudomo mengamuk lantaran persoalan rumah warisan yang saat ini ditempati mereka berdua. Sudomo selama ini diduga ingin menguasai rumah dengan berbagai cara. Salah satunya dengan tindak kekerasan yang kerap terjadi.
Rumah itu adalah harta peninggalan orang tua Yayuk. Selama ini, keberadaan Sudomo hanya menumpang untuk berteduh. "Dia mengamuk untuk menakut-nakuti saya, agar pergi dari rumah warisan orangtua saya," tutur Yayuk. (wln/wln)










































