Informasi yang berhasil dihimpun detiksurabaya.com, tanah longsor terjadi pada Sabtu (21/11/2009) tengah malam. Kawasan Desa Geger yang berada di lereng perbukitan, dengan tekstur tanah yang labil menjadikannya sangat mudah longsor. Terlebih, sebelum kejadian hujan lebat mengguyur daerah tersebut sepanjang hari.
Dua rumah yang menjadi korban tanah longsor itu milik Wagi (46), warga setempat. Sementara korban meninggal merupakan anak dan istri Wagi, Nikem (40) dan Widayati (15) yang masih duduk di bangku kelas IX SMP.
"Kalau kejadian tepatnya saya nggak tahu pasti, tapi perkiraan antara jam 10 sampai 12 an," kata Eko, kemenakan Wagi saat ditemui wartawan di lokasi kejadian, Minggu (22/11/2009).
Untuk 2 korban meninggal sampai saat ini belum berhasil ditemukan, karena tertimbun dalam rumah dan material longsor yang terdiri atas tanah bercampur bebatuan. Proses evakuasi sampai saat ini terus dilakukan oleh warga sekitar dengan dibantu aparat kepolisan dari Polsek Sendang dan personel TNI.
"Semalam itu Bu Nikem dan Ida (sapaan Widayati) memang ada di rumah, karena memang hujan turun lebat. Saya nggak tahu persis mereka tidak bisa menyelamatkan diri karena ketiduran atau memang tidak sempat lari," tutur Eko.
Sementara, kondisi Wagi saat ini juga tengah menjalani perawatan oleh tim medis di puskesmas setempat. Dia mengalami sejumlah luka ringan di tubuhnya, karena sempat tertimbum material longsor.
Secara terpisah, Kabag Binamitra Polres Tulungagung Kompol Suparno, saat dikonfirmasi mengenai kejadian tersebut membenarkannya. Pagi ini, 1 kompi personel Satuan Samapta direncakan akan dikirimkan ke lokasi kejadian untuk membantu proses evakuasi.
"Sementara 1 kompi yang kami kirimkan, tapi kalau di lapangan memang membutuhkan tambahan, kami akan kirimkan lagi," ungkap Suparno. (bdh/bdh)










































