Hasilnya, ada sekitar 6 ribu lebih masyarakat Situbondo yang harus mengikuti ujian tes tulis yang diselenggarakan, Sabtu (21/11/2009). Ujian ini sebagai penentu untuk bisa menjadi PNS di lingkungan Pemkab Situbondo.
Sebenarnya, peserta ujian tes tulis jauh lebih banyak, hanya saja dalam seleksi adminitrasi banyak sejumlah calon PNS yang gagal adminitrasi alias cacat persyaratan sehingga tidak bisa mengikuti ujian tes tulis.
Kondisi itu juga yang membuat sejumlah pendaftar harus mengelus dada, pasalnya, kriteria yang ditentukan panitia penyelenggara dianggap sangat berbeda dengan di sejumlah kota lainnya.
Kondisi itu dibenarkan oleh Anggota Komisi I DPRD Situbondo Saiful Bahri, politisi dari PKB ini banyak menerima keluhan dari sejumlah CPNS yang tidak lulus seleksi adminitrasi.
"Kami melihat memang banyak keluhan, oleh karena itu kami membuka posko pengaduan bagi CPNS yang merasa dirugikan oleh Pemkab," terang Saiful Bahri, saat dihubungi detiksurabaya.com, Sabtu (21/11/2009).
Contoh kasusnya, beber Saiful, dirinya menerima keluhan terkait ijazah D-4 partiwisata yang tidak boleh melamar karena dianggap tidak berijazah S-1.
"Sampai saat ini memang belum ada yang namanya gelar S-1 untuk pariwisata, tapi hal itu ditolak oleh panitia, kami jelas akan mempertanyakan masalah ini ke Panitia, kasihan wong sudah sekolah kok ijazahnya ditolak," pungkasnya.
(bdh/bdh)











































