16 Tahun, Toha Hidup dengan Tangan Dirantai

16 Tahun, Toha Hidup dengan Tangan Dirantai

- detikNews
Jumat, 20 Nov 2009 14:54 WIB
16 Tahun, Toha Hidup dengan Tangan Dirantai
Probolingo - Memprihatinkan. Itulah kalimat yang selalu terucap dari warga Desa Curah Tulis, Kecamatan Tongas, Kabupaten Probolinggo terhadap nasib Toha alias Suto (35). Lelaki yang pernah mondok di sebuah pesantren Kota Pasuruan itu harus menjalani hidup di sebuah gubuk tua dengan tangan dirantai.

"Dia hidup dengan kondisi seperti itu sudah 16 tahun lamanya," ujar Mistaman, adik kandung Toha kepada detiksurabaya.com saat ditemui di rumahnya, Jumat (20/11/2009).

Pihak keluarga, kata dia, terpaksa memperlakukan Suto seperti itu karena mempunyai alasan yang logis. "Dia mengalami gangguan jiwa sejak bercerai dengan istrinya, Umroti," kata Mistaman bercerita.

Begitu Suto mengalami gangguan jiwa, lelaki itu seringkali mengamuk. Bahkan, dia selalu mengamuk kepada setiap orang yang dijumpainya.

"Dia itu sudah berkali-kali diobati ke rumah sakit Neoro Psikiatri Hidayatullah Kota Probolinggo. Namun tak kunjung sembuh juga," tambahnya.

Salah satu alternatif agar Toha tidak mengganggu para tetangganya, akhirnya pihak keluarga memutuskan menyekap lelaki itu dengan kondisi kedua tangan dirantai.  Hal iti terpaksa dilakukan karena selain tak kunjung sembuh, keluarga yang hanya sebagai petani ini kehabisan biaya.

Bahkan, tak hanya kedua tanganya, melainkan kedua kakinya turut dirantai pada sebuah tiang dipan. "Kalau dia mau makan, kita yang mengantarkan ke gubuknya," ungkap Mistaman.

Di dalam gubuk berukuran 5 x 7 meter itu, sepanjang hari dan malam Toha hidup sendirian. Dia hanya mengenakan sarung dan tidak memakai selembar bajupun.

Untuk mengusir kesendiriannya itu, lelaki yang sudah mempunyai satu orang anak buah dari hasil pernikahannya dengan Umroti itu, selalu mencoret-coret dipan yang menjadi tempat tidurnya sepanjang masa. Seolah ada kesan, coretan berupa tulisan yang tak jelas artinya itu mengisyaratkan alam pikirannya yang mengalami rasa kekecewaannya yang begitu mendalam. (bdh/bdh)
Berita Terkait