Entah apa arti sebuah mimpi bagi Sugito. Pria paruh baya itu tiba-tiba melabrak Jais (60), tetangga samping rumahnya. Hal itu dilakukannya sehabis bangun tidur, Rabu (17/11/2009) siang.
Sambil menenteng sebilah sabit, Sugito menuduh Jais sebagai biang keladi penyakit yang sedang dideritanya. Namun saat mengamuk, pelaku tak terlihat sedang sakit.
Rupanya amarah Sugito semakin menjadi-jadi setelah Jais berupaya menenangkannya. Pelaku kalap dan mengacung-acungkan sabit yang sedari tadi dipegang dan mengancam akan membunuh Jais.
"Jangan begitulah, bersikap lebih sabar. Jangan emosi begini," kenang Jais, mengulangi ucapannya saat mencoba meredam emosi Sugito saat ditemui di Polsek Rogojampi.
Jais merasa lega setelah amarah pelaku mereda. Namun, karena merasa terancam jiwanya, korban melaporkan peristiwa tersebut ke Polsek Rogojampi.
Kapolsek Rogojampi, AKP Suwanto Bahri membenarkan adanya peristiwa pengancaman itu. Saat ini pelaku sudah diamankan beserta barang buktinya. Penyebabnya pun tak rasional. Pasalnya, pelaku mengaku jika ulahnya dilakukan setelah bermimpi disantet oleh Jais.
"Pelaku katanya mimpi disantet korban," katap Kapolsek Suwanto kepada detiksurabaya.com di kantornya.
(fat/fat)










































