Polisi Tunggu Saksi Ahli IDI Jatim

Bola Mata Bayi Lepas

Polisi Tunggu Saksi Ahli IDI Jatim

- detikNews
Rabu, 18 Nov 2009 14:28 WIB
Polisi Tunggu Saksi Ahli IDI Jatim
Sumenep - Setelah memeriksa dokter dan perawat RSU dr Moh Anwar Sumenep, tim penyidik Polres Sumenep, Madura masih menunggu saksi ahli. Hal ini untuk menentukan tersangka penyebab keluarnya bola mata kiri bayi laki-laki dari pasutri Reli Hartani (22) dan Mohammad Noryani (25).

Saksi ahli itu akan didatangkan dari Ikatan Dokter Indonesia (IDI) Jawa Timur sebagai salah satu syarat untuk melengkapi berkas pemeriksaan yang dilakukan penyidik.

Kasat Reskrim Polres Sumenep, AKP Mualimin mengatakan, semua tenaga medis, baik perawat, dokter spesialis yang menangani proses kelahiran bayi sudah diperiksa.

"Penyidik masih butuh saksi ahli dari lembaga IDI. Setelah itu, baru akan ada langka lebih lanjut terhadap dugaan "pencongkelan" bola mata bayi itu. Tentunya, sesuai dengan proses hukum yang ada," tegas Mualimin kepada wartawan di ruang kerjanya, Jalan Urip Sumoharjo, Rabu (18/11/2009).

Untuk hari ini, penyidik sedang memeriksa seorang dokter spesialis mata. "Pemeriksaan tenaga medis dari perawat hingga dokter selesai hingga hari ini," tambahnya.

Sebelumnya peristiwa ini bermula saat Reli Hartani (22) tidak bisa melahirkan dirujuk ke RSU dr Moh Anwar Sumenep. Sesampai di RS langsung melahirkan meski tanpa proses kelahiran.

Bayi yang lahir prematur memiliki berat 1.600 gram itu diduga oleh dokter terinfeksi virus ganas. Bahkan saat keluar dari rahim ibunya, sang jabang bayi terkena air ketuban yang keruh dan berbau.

Si bayi juga tidak menangis dan nafasnya tidak stabil. Dokter pun segera merawat bayi yang lahir 12 Oktober 2009 lalu di ruang ICU. Dalam perkembangannya, bola mata kiri si bayi bernanah dan keluar darah. Lambat laun setelah dirawat, bola matanya kempes dan lepas.

Melihat kondisi anaknya mengalami hal yang tidak wajar, pasangan suami istri (Pasutri), Reli Hartani (22) dan Mohammad Noryudi (25) melaporkan kasus itu ke polisi. Keluarga menuding pihak rumah sakit melakukan kesalahan dalam menangani bayi dan mencongkel mata anaknya. (fat/fat)
Berita Terkait