Nurdiana kini terbaring di RSUD dr Soedono Madiun setelah kepalanya terkena tembakan saat dia dan kakaknya berburu burung di dekat rumah mereka.
Marwah (45) ibu Nurdiana kepada mengatakan kejadian itu berawal saat Nurdian mengikuti Harji (20) kakaknya berburu burung di kebun belakang rumahnya. Harji yang berjalan di depan dan memanggul senapan angin di pundaknya tak menyadari kalau senapannya meletus. Letusan senapan itu mengenai pelipis adiknya.
"Masnya tidak tahu kalau senapannya meletus tahu-tahu adiknya di belakang sudah jatuh di tanah dan pelipis berdarah," ungkap Marwah kepada wartawan di rumah sakit, Selasa (17/11/2009).
Sementara itu, dr Nur Hidayat dokter yang menangani Nurdiana mengatakan kalau kondisi pasiennya masih belum stabil. Pihaknya masih belum bisa mengeluarkan proyektil peluru yang menembus batok kepala dan bersarang di tempurung.
"Kita masih rawat korban secara intensif dan belum dikeluarkan pelurunya karena masih menunggu perkembangan berikutnya," tutur Nur.
Nur menambahkan karena peralatan di Madiun tidak lengkap untuk mengeluarkan proyektil peluru, kemungkinan Nurdiana akan dirujuk ke RSU dr Soetomo, Surabaya. "Kemungkinan akan dirujuk ke Surabaya," tandasnya. (wln/wln)











































