Pemerkosa Bocah 9 Tahun Menangis Sesali Perbuatannya

Pemerkosa Bocah 9 Tahun Menangis Sesali Perbuatannya

- detikNews
Selasa, 17 Nov 2009 15:05 WIB
Pemerkosa Bocah 9 Tahun Menangis Sesali Perbuatannya
Tuban - Penyesalan selalu terlambat datang. Itulah yang kini dialami oleh AA (15) tersangka kasus pemerkosaan terhadap bocah SD kelas IV SD bernama Fatimah (9) bukan nama sebenarnya.

AA menangis selama ditahan di Mapolres Tuban. Saat menjalani pemeriksaan ABG yang putus sekolah ini mengaku menyesali perbuatan yang dilakukannya. Tangisnya kembali pecah saat ibu kandungnya datang menjenguk.

Dia mengakui sejak dirinya ditahan baru kali ini orangtuanya menjenguk dirinya. Kedatangan sang ibu membuatnya. Tangis AA itu mengundang perhatian tamu ataupun orang yang berseliweran di mapolres.

"Saya sedih dan malu," kata AA kepada detikSurabaya.com usai menemui ibunya di Mapolres Tuban Jalan Wahidin Sudiro Husono, Selasa (17/11/2009).

AA mengungkapkan perbuatan abmoralnya itu dilakukannya usai melihat film porno yang ditonton di rumahnya malam sebelum kejadian. Dia menuturkan hasrat birahinya langsung naik ketika melihat rok Fatimah tersingkap saat memperbaiki rantai sepedanya yang lepas. Bayangan adegan mesum di VCD yang ditonton berkelebat di pikirannya.

Fatimah dia bujuk untuk ke belakang sekolah. Fatimah menuruti. Sampai di lokasi yang sepi itu, dia langsung menyetubuhi gadis kecil itu sembari mengancam agar tidak melaporkan perbuatan itu ke orangtuanya.

"Agar tidak ketahuan, saya menutup wajah saya dengan kain. Sebab saya kenal dengan
Fatimah dan orangtuanya," ungkapnya.

Ancaman akan membunuh korban jika bercerita ke orang lain dilakukan, karena dalam keadaan ketakutan. Takut jika ketahuan orang lain telah melakukan perbuatan tak senonoh.

"Saya sekarang menyesal. Sumpah saya kapok tak mau berbuat itu lagi," tuturnya sambil menangis.

Seperti diberitakan, Fatimah (bukan nama sebenarnya) bocah kelas IV SD menjadi korban perkosaan di belakang sekolahnya. Kasus ini terungkap setelah korban mengalami pendarahan hebat dan harus menjalani perawatan intensif di rumah sakit.

Peristiwa itu terjadi pada Jumat (13/11/209) lalu, tapi korban baru menceritakan kejadiannya pada Minggu (15/11/2009) siang dan keluarga korban langsung melapor ke Polisi.

(wln/wln)

Anda menyukai artikel ini

Artikel disimpan

Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 

Belum ada komentar.
Jadilah yang pertama berkomentar di sini