Selain merusak belasan rumah, tiga orang warga desa setempat mengalami patah tulang dan kini dirawat di RSU Pamekasan.Sebelum angin puting beliung menerjang, wilayah Pamekasa utara tampak diselimuti mendung tebal kehitaman. Menjelang adzan Maghrib, mendung berjuluk comulus nimbus itu dengan cepat berubah menjadi hujan yang cukup deras.
"Tak berselang lama, hujan deras itu disertai angin kencang yang menerjang belasan rumah warga," kata Siswanto, warga setempat yang ikut mengantar korban patah tulang di RSU Pamekasan.
Menurut Siswanto, ketiga orang warga yang mengalami patah tulang seluruhnya disebabkan karena tertimpa reruntuhan tiang atap rumah. Saat ini, ketiga korban angin puting beliung itu masih dirawat intensif di rumah sakit Pamekasan. Siswanto mengatakan, empat unit rumah dari belasan rumah yang diterjang angin puting beliung terbilang rusak parah.
"Seluruh atap dan genting rumah ambruk menimpa barang dan perangkat rumah tangga di bawahnya," jelas Siswanto.
Kini, warga yang rumahnya rusak ditampung di rumah warga yang selamat dari terjangan angin puting beliung. Warga berharap, pemerintah setempat menyalurkan bantuan kepada korban angin puting beliung.
"Untuk mengamankan lokasi, beberapa anggota polisi dan tentara yang bertugas di Palengaan diterjunkan ke lokasi bencana," jelas Siswanto. Menurut rencana, anggota polisi dan tentara itu akan membantu membenahi rumah warga yang rusak itu.
(gik/gik)











































