Digeruduk CPNS, Sekda Situbondo 'Kabur'

Digeruduk CPNS, Sekda Situbondo 'Kabur'

- detikNews
Senin, 16 Nov 2009 13:29 WIB
Situbondo - Pendaftaraan calon pegawai negeri sipil (CPNS) sudah berakhir. Namun, hal itu memunculkan ketidakpuasaan sekitar 800 lebih CPNS yang tidak lulus seleksi admnitrasi.

Para CPNS yang tidak lulus seleksi admintrasi ini rata-rata bermasalah dengan masa berlaku KTP yang baru berumur tidak lebih dari enam bulan, padahal dalam aturan, minimal KTP harus berlaku sejak enam bulan lalu.

Aturan itu dibuat untuk menghindari penerimaan CPNS dari luar kota Situbondo. Namun, aturan tersebut banyak dilanggar oleh pendaftar.

"Saya ini warga asli Desa Kesambirampak, KTP saya terlambat dibuat karena saya pindah alamat, selain itu ada kesalahan huruf yang namanya tidak sama dengan ijazah, diubah salah gak diubah salah, repot pemerintah ini," terang Muhdar, salah satu CPNS tidak lulus saat ngeluruk ke Pemkab.

Nasib sama juga dialami oleh Desi Lestari. Wanita ini juga tidak lulus adminitrasi hanya gara-gara ijazahnya bergelar Diploma 4 pariwisata. Desi sendiri mendaftar untuk jurusan analisis pariwisata.

"Padahal D-4 setara dengan S-1 mas, dan saat ini memang belum ada gelar sarjana untuk jurusan pariwisata, saya bingung ini yang gak tahu aturan saya apa panitia," ungkap Desi, saat ngeluruk Pemkab, Senin (16/11/2009).

Yang membuat Desi semakin jengkel, dirinya merasa di pingpong oleh Pemkab. Sebelumnya dirinya yang didampingi Jayadi ayahnya, sempat mengadukan nasibnya ke Badan Kepegawaain Daerah (BKD). Namun dirinya diminta untuk menemui Sekda. Sayangnya setelah bertemu Sekda Kuspratomo, dia menyarankan untuk ke BKD.

Pengamatan detiksurabaya.com, Kuspratomo sempat menghindar dari kejaran Desi dan memilih kabur ke ruang rapat bupati. Tidak berselang lama, sekda mau juga menemui Desi. "Saya tidak tahu dengan masalah itu, coba langsung temui panitianya karena mereka yang menanganinya," jawab Kuspratomo singkat.

Atas jawaban itu Desi mengaku bingung kapada siapa dirinya mau mengadukan nasibnya, namun, dirinya berjanji akan mempersoalkan masalah itu. "Kalau perlu, sampai ke ranah hukum akan saya tempuh," terang Jayadi, orangtua Desi.

(bdh/bdh)
Berita Terkait