Pemulung Temukan Bom Peninggalan Perang Dunia kedua

Pemulung Temukan Bom Peninggalan Perang Dunia kedua

- detikNews
Minggu, 15 Nov 2009 22:15 WIB
Pemulung Temukan Bom Peninggalan Perang Dunia kedua
Kediri - Jalanan di sekitar Jembatan Lama Sungai Brantas, Kota Kediri, Minggu (15/11/2009) mendadak gempar. 3 Orang pemulung yang tengah berburu besi tua, menemukan sebuah bongkahan besi yang diketahui sebagai bom peninggalan perang dunia ke-II.

3 Pemulung tersebut masing-masing Sofi'i (20), warga Kelurahan Campurejo, Kecamatan Mojoroto, Ri'in (33), warga Kecamatan Kedungwaru, Kabupaten Tulungagung, serta Sarkum (22), warga Kabupaten Kuningan, Jawa Barat. Penemuan bom terjadi sekitar pukul 15.30 WIB dan diakui secara tak sengaja ditengah kesibukan berburu besi koin tua.

"Saya yang sentuh pertama kali. Terus saya nyilem (menyelam) dan saya lihat kok besar, saya ajak teman-teman untuk mengangkat dan ternyata bom," ujar Sofi'i kepada wartawan yang menemuinya di lokasi kejadian.

Dari penemuan tersebut, ketiga pemulung tersebut langsung melaporkannya ke Mapolwil Kediri yang berjarak tak lebih 200 meter dari lokasi kejadian. Petugas langsung mengirimkan anggotanya untuk melakukan identifikasi lapangan.

"Kami sudah ukur, diameternya 40 centimeter. Kalau panjangnya perkiraan 1 meter dan itu sudah tidak utuh, kemungkinan karena karatan terlalu lama dalam air. Kalau beratnya mungkin sekitar satu setengah kuintal," kata Anggota Polwil Kediri Aiptu.Soedomo.

Sementara untuk memastikan tingkat keaktifan bom tersebut, aparat kepolisian mendatangkan Tim Penjinak Bahan Peledak dari Satuan Brimob Kompi C Jawa Timur. Namun sayang hasilnya belum dapat diketahui, karena proses pemeriksaan lebih lanjut akan dilakukan di Satuan Brimob Madiun.

"Kita hanya amankan saja sementara, dan untuk pemeriksaan ada yang lebih berwenang," ujar salah seorang anggota Tim Penjinak Bahan Peledak yang enggan menyebutkan namanya.

Secara terpisah, Kapolsek Mojoroto Iptu Budi Nariyanto dikonfirmasi terkait penemuan bom tersebut juga mengaku belum dapat memberikan banyak keterangan. Meski demikian, berdasarkan fisik bom, perkiraan awal merupakan peninggalan perang dunia ke-II.

"Berdasarkan bentuknya memang sepertinya sisa perang dunia kedua, tapi milinya Jepang atau Belanda kami belum tahu. Apakah itu bom dari pesawat tempur atau tank, kami juga belum mengetahuinya," ungkapnya.

(bdh/bdh)
Berita Terkait