Jaringan Pengedar Shabu Lintas Kota Digulung

Jaringan Pengedar Shabu Lintas Kota Digulung

- detikNews
Sabtu, 14 Nov 2009 15:10 WIB
Kediri - Dua anggota jaringan pengedar shabu-shabu yang beroperasi lintas kota di Pulau Jawa, berhasil digulung oleh Satuan Reskoba Polresta Kediri. Dari tangan mereka, petugas berhasil mengamankan 2 gram shabu-shabu, puluhan perangkat alat hisap serta uang tunai mencapai Rp 10 juta.

Digulungnya jaringan tersebut didahului dengan penangkapan Guntur Widodo (36), warga Jalan Sitinggil, Kelurahan Lirboyo, Kecamatan Mojoroto, Kota Kediri. Dia ditangkap melalui sebuah transaksi terselubung di Lingkungan Dander, Kelurahan Ketami, Kecamatan Pesantren, dan dari tangannya berhasil diamankan 1 gram shabu-shabu.

"Setelah kami pastikan dia pengedar, anggota langsung melakukan penyamaran dan mengajaknya transaksi di tepi jalan," ungkap KBO Reskoba Polresta Kediri Ipda Saiful Alamsyah, dalam gelar perkara di Mapolsek Pesantren, Sabtu (14/11/2009).

Dari penangkapan tersebut, petugas melakukan pengembangan dengan menangkap Puji Widodo (37), warga Kabupaten Ponorogo. Penangkapan dilakukan di tempat persembunyiannya di sebuah rumah kost di Jalan Kapuas, Kota Madiun. Dari tangannya, petugas mengamankan 1 gram shabu-shabu, puluhan alat hisap dan uang tunai Rp 10 juta.

"Informasi awal sebenarnya ada banyak BB di tangannya, tapi saat kami datang dan menangkapnya, hanya tinggal itu yang tersisa. Proses penangkapannya sendiri kami lakukan selama 2 hari, bolak-balik Ponorogo - Madiun hampir 5 kali," jelas Saiful.

Hasil pemeriksaan sementara, 2 tersangka merupakan anggota jaringan pengedar shabu-shabu yang beroperasi di sejumlah kota di Pulau Jawa. Keduanya mengaku beroperasi khusus di wilayah Jawa Timur, dengan pasokan shabu-shabu diakui didapatkan dari seorang produsen di Jakarta.

"Dari hasil ini, kami masih coba koordinasi dengan kesatuan lain di sejumlah kota. Kalau memang kami mampu menangkap tersangka lain ya akan kami lakukan, kalau memang berat, minimal bisa dijadikan masukan oleh kesatuan lain untuk menangkap mereka," papar Saiful.

(bdh/bdh)
Berita Terkait