Jenazah Briptu Kuswanto Disambut Isak Tangis

Pesawat Polri Jatuh di Puncak Jaya

Jenazah Briptu Kuswanto Disambut Isak Tangis

- detikNews
Minggu, 08 Nov 2009 18:22 WIB
Jenazah Briptu Kuswanto Disambut Isak Tangis
Magetan - Jenazah salah satu korban tewas pesawat Polri jenis Sky Truck yang jatuh di Papua, Puncak Jaya Briptu Kuswanto hari ini tiba di rumah duka Desa Tanjung Sepreh, Kecamatan Maospati, Kabupaten Magetan.

Saat ambulance memasuki rumah duka, jenazah langsung disambut isak tangis oleh keluarga korban bahkan sebagian keluarga pingsan.

"Kok, cepat sekali mas meninggalkan kita," teriak Yanti, adik korban saat jenazah datang, Minggu (8/11/2009).

Kepada wartawan Yanti mengaku keluarga tidak menyangka akan pergi secepat ini dengan tragis. Kabar hilangnya pesawat kakaknya diterima dari Jakarta, Senin (2/11/2009) lalu.

Setelah itu, perwakilan keluarga Magetan langsung berangkat ke Jakarta untuk mendapat kepastian keadaan pesawat Kuswanto beserta rekannya yang sempat hilang beberapa hari. "Saya sama sekali tidak menyangka," jelas Yanti singkat.

Istri korban Retno Widyastut(30) berusaha tabah melepas kepergian suaminya. Ibu satu anak ini terlihat tidak banyak memberikan komentar apapun kepada wartawan.

"Almarhum belum pernah pulang selama tugas di Papua. Rencananya dia akan tugas di Polda Papua selama 1 bulan. Almarhum baru menyelesaikan tugasnya selama tiga minggu," kata Retno.

Sementara jenazah tiba di Dusun Winong, Desa Tanjung Sepreh, Magetan sekitar pukul 12.00 WIB setelah melalui perjalanan melalui udara dari Jakarta dan sebelumnya transit di Yogyakarta dan mendarat di Lanud Iswahyudi, Madiun.

Jenazah Kuswanto terlebih dahulu disemayamkan di rumah duka dan disalatkan dan di makamkan di TPU desa setempat sekitar pukul 13.30 WIB.

Sementara Kasi Fasilitas, Dit Pol Udara, AKBP Saronto yang ikut mengantarkan jenazah, mengatakan, korban mendapat penghargaan dari negara berupa pemakaman secara kedinasan, karena telah gugur saat menjalankan tugas negara.

"Tugas perbantuan tersebut merupakan tugas rutin di Polda Papua. Setiap dua bulan sekali, personel yang bertugas akan diganti, seperti tugas yang diemban oleh korban selama tiga minggu terakhir," kata Saronto.

Saronto menambahkan, hingga kini tim terkait masih bekerja keras menyelidiki penyebab jatuhnya pesawat Polri jenis Sky Truck yang menewaskan empat anggota polisi di Papua.

Pihaknya menegaskan, pesawat yang jatuh tersebut dalam keadaan laik terbang karena masih tergolong baru. Diketahui pesawat Sky Truck milik Polri yang mengalami kecelakaan hilang kontak dalam penerbangan bandara Sentani menuju Mulia, Senin (2/11/2009) dengan mengangkut 8 drum BBM jenis bensin dan solar. Selain itu membawa bahan makanan untuk anggota Brimob Polda Papua yang bertugas di kawasan itu.

Pesawat itu sendiri dikemudikan AKP Yunus dan co-pilot Benedictus, sementara Briptu Kuswanto berperan sebagaiĀ  teknisi beserta rekannya Syaiful. Diperkirakan pesawat naas itu jatuh di ketinggian sekitar 10.000 kaki di kawasan Pegunungan Dorman, pedalaman Papua, setelah hilang kontak.

(fat/fat)
Berita Terkait