Pemilik warung warga Desa Clarak, Kecamatan Leces, Kabupaten Probolinggo
ini terpaksa melukai korban, karena sehari-hari warung nasinya sering dicuri. Trauma dicuri dan sering merugi, Sakur pun tak memberi ampun saat Suherlin mencuri makanan.
Akibat bacokan itu, korban mengalami luka parah di bagian leher dan langsung dirujuk ke UGD RSUD dr Muhamad Saleh Kota Probolinggo.
"Saat itu Suherlin hendak mencuri. Begitu mengetahui dia membobol dinding warung milik Sakur, dia langsung menyabetkan sebilah cluritnya pada Suherlin," kata Kapolsek Leces, AKP Pujianto kepada detiksurabaya.com di RSUD dr Muhamad Saleh Kota Probolinggo, Minggu (8/11/2009).
Saat diperiksa, pihaknya menemukan ijazah MI Nurul Hidayah Desa Sukomulyo, Kecamatan Tanggul, Jember atas nama korban di tas milik Suherlin. "Masak kalau memang mau mencuri korban bawa ijazah. Saya kira tidak mungkin," tandasnya.
Polisi menduga Suherlin kelaparan, sehingga nekat mencuri makananĀ di warung milik Sakur yang sedang tutup. "Makanya kita akan memintai keterangan dari Suherlin," tambahnya.
Setelah membacok Suherlin, pemilik warung langsung menyerahkan diri di polsek setempat. Sementara Kepala Dusun Rofik (30) menjelaskan, di warung milik Sakur kerap terjadi pencurian. Mungkin karena trauma dengan seringnya terjadi pencurian tersebut pelaku selalu waspada.
"Begitu melihat gelagat korban, pelaku langsung menyambar sebilah celurit dan membacok," katanya.
(fat/fat)











































