Bahkan sejumlah warga bergerombolan di bawah pohon agar bisa tertetesi. Mereka berharap tetesan airĀ bisa memberikan keberkahan di musim kemarau dan dijauhkan dari penyakit.
"Tangisan pohon ini seperti doa, semoga air berkhasiat buat penyakit atau tolak balak," kata Nur Rohima (40) warga asal Desa Grati, KecamatanSumber Suko ditemui di Lokasi, Jumat (6/11/2009).
Hal senada dikatakan Puji Anugerah (27) asal Probolinggo, dirinya datang melihat pohon petai menangis lantaran penasaran dan ingin membuktikan kebenarannya.
"Saya mendengar dari radio, lalu datang kesini mas. Apalagi saudara saya sedang sakit yang tak kunjung sembuh, semoga dengan air petai ini bisa," ungkap Puji yang ditemani kerabatnya.
Warga yang mengunjungi pohon petai itu kesulitan untuk memperoleh tetesan air. Pengunjung takut memanjat karena mereka percaya pohon petai itu ada penunggunya.
Menurut Pemilik pohon Suwarni, warga yang berkunjung lebih suka datang pada malam hari, karena tetesan air begitu deras seperti hujan. Sedangkan di siang hari tetesamnya hanya sedikit dan jarang.
"Warga bilang kalau air petai ini cocok untuk penyakit dalam,kayak kencing manis, pegal linu dan lain-lainya," tandasnya. (wln/wln)











































