Bunga bangkai (Amorphophallus titanum) atau kerap juga disebut bunga raksasa itu baru diketahui kemarin sore, Kamis (5/11/2009) saat adzan maghrib. Saat itu warga yang bersembahyang tgerganggu bau yang tidak sedap.
"Bau bangkai terasa di hidung pas saat adzan Magrib. Waktu itu saya bilang, ada bunga yang mengelurakan bau bangkai di belakang rumah," kata Supriono kepada istrinya, Dewi Aminah (35) di pekarangan belakang rumahnya kepada wartawan, Jumat (6/11/2009).
Dia mengaku saat ditemukan, bunga yang memiliki tinggi 50 cm itu dikerumuni lalat dan masih berupa tunas. Dan mengeluarkan bau busuk mulai kemarin sore hingga shubuh pagi tadi. Dan setelah matahari terbit tadi pagi, bunga itu sudah mekar sempurna.
Namun, kata Aminah, bau busuk yang tercium membuatnya mual-mual, pusing dan mau muntah saat malam hari. Selera makan pun jadi hilang. "Saya tidak kuat menahan baunya dan muntah-muntah, sampai tidak enak makan hingga sekarang," ungkap wanita dua anak ini.
Hal senada juga diungkapkan warga lain yang merasa terganggu dengan bunga itu. "Pokoknya pas malam wes tidak enak makan karena bau itu," kata Suyati (45), warga yang rumahnya berjarak 100 meter dari lokasi.
Sementara kabar adanya bunga bangkai yang mengeluarkan bau busuk segera menyergap di kampung-kampung. Bahkan warga sesekali menyetuh bunga yang terkenal langka dan melihat dari dekat. (fat/fat)











































