Pergi Berbelanja, TKI Asal Kediri Tewas Tertabrak di Malaysia

Pergi Berbelanja, TKI Asal Kediri Tewas Tertabrak di Malaysia

- detikNews
Kamis, 05 Nov 2009 18:02 WIB
Kediri - Antok (21) warga Desa Babadan, Kecamatan Ngancar, Kabupaten Kediri, meninggal dunia setelah tertabrak mobil di Malaysia. Antok bekerja di Negeri Jiran sebagai tenaga kerja di sana.

Kabar kematian Antok diterima keluarganya pada Minggu (1/11/2009) yang lalu dari salah seorang rekan kerjanya di Malaysia. Anak dari pasangan Heri (48) dan Tutik (40) tahun dikabarkan meninggal dunia setelah tertabrak mobil saat diminta majikannya untuk berbelanja. Jenazah korban tiba di rumah duka, pada pukul 14.00 WIB, Kamis (5/11/2009).

"Kalau meninggalnya Sabtu malam, tapi kabarnya diterima keluarga keesokan harinya," kata Kepala Seksi Penempatan Tenaga Kerja Dinas Ketenagakerjaan dan Transmigrasi Kabupaten Kediri, Agung Leksono Prasetyo, saat ditemui wartawan di ruang kerjanya.

Agung mengungkapkan pihaknya kesulitan melakukan pengurusan hak korban, termasuk sisa gaji dan tunjangan yang semestinya didapatkannya. Selama berada di Malaysia, korban diketahui sebagai TKI gelap yang tidak diberangkatkan Perusahaan Jasa Pengerah Tenaga Kerja Indonesia (PJTKI) resmi.

"Itulah yang menjadikan kami bingung, karena kabarnya dia berangkat ke Malaysia dengan visa kunjung. Padahal kalau memang dia TKI resmi, harusnya tercatat dan berangkat dengan menggunakan visa kerja," ungkap Agung.

Meski demikian, upaya untuk bisa mendapatkan hak korban akan terus diupayakan. "Ada staf yang sudah kami kirim kesana khususnya meminta berita acara penyerahan jenazah. Dari sana kami akan berusaha mengurus seluruh hak korban," tuturnya.

Terkait tunjangan kepada korban, Pemerintah Kabupaten Kediri telah memiliki kebijakan untuk memberikannya. Tempat TKI bekerja menjadi bahan pertimbangan dalam penentuan besaran tunjangan yang diberikan.

"Ini murni kebijakan Bupati Kediri, biasanya diberikan dalam bentuk tunjangan uang duka untuk keluarga TKI yang meninggal di luar negeri. Kalau di Malaysia, besarannya bisa sampai 50 juta," pungkasnya. (wln/wln)
Berita Terkait