Aktivitas tak terpuji tersebut kadang tak pandang tempat. Dan sangat disesalkan. Seperti pantauan detiksurabaya.com di Puncak Srandil, tempat dibangunnya Pura Sunyaloka dan Candi Baradah, Senin (2/11/2009) sore.
Dua pasang muda-mudi yang masih berseragam sekolah tampak duduk mesra bersandingan di gunung yang berada di Desa Kebondalem Kecamatan Bangorejo, Banyuwangi ini. Sepasang remaja berseragam SMA duduk di lembah dengan posisi saling berhadapan. Sepasang lagi yang berseragam SMP asyik bermesaraan.
Sebuah pemandangan lebih mengenaskan juga terjadi di lokasi yang sama. Segerombol pemuda asyik berpesta minuman keras sambil bermain gitar dan bernyanyi. Mereka secara bergiliran menenggak miras di depan rumah logistik bagi pekerja pembangunan Pura dan Candi.
Padahal, tempat mereka duduk dan berbuat tidak senonoh adalah kawasan yang dianggap suci oleh umat Hindu. Yakni, Pura Sunyaloka yang tengah dipugar untuk dipersiapkan menjadi tempat wisata religius tersebut. Ironisnya, tak satu orang pun yang menegur aktivitas yang sebetulnya kerap terjadi tersebut. Meski di sana terdapat banyak orang.
"Perbuatan itu menodai kesucian Pura, ini tak bisa didiamkan," jelas Humas Persatuan Pemudah Hindu Darma Indonesia (PERADAH), Bangorejo, Prastyo saat ditemui detiksurabaya.com di rumahnya.
Sebelum dibangun tempat ibadah, sebetulnya lokasi itu merupakan salah satu tempat favorit pengunjung di Gunung Srawet. Gunung Srawet menjadi pusat perhatian publik karena sempat berhembus isu jika telah dijual ke investor. Namun kabar itu diluruskan oleh Pemerintah Kabupaten Banyuwangi. Pemerintah hanya menawarkan kerjasama untuk pengelolaan gunung tersebut menjadi tempat wisata bukan menjualnya. (gik/gik)











































