Berniat menikmati waktu senggang berbelanja di mall, keduanya justru menjadi korban penipuan melalui modus gendam dan harus kehilangan harta bendanya senilai Rp 16,027 juta.
Penipuan terhadap kedua mahasiswi itu bermula saat keduanya bertemu dengan seorang wanita yang berpura-pura linglung di Kediri Mall. Dari percakapan sesaat itu sang wanita minta dibantu untuk dipertemukan dengan kakaknya. Namun belum sampai bantuan diberikan, seorang lelaki datang memperkenalkan diri sebagai kakak dari wanita bersangkutan.
Dari pertemuan itu sang wanita dan lelaki yang mengaku berasal dari Bojonegoro menawarkan benda yang diakui dapat memberikan berkah dan menambah kepandaian. Tanpa berpikir panjang, kedua mahasiswa putri itu langsung menerima dan membukanya.
Tak berselang lamakeduanya justru terhipnotis, seluruh barang bawaan korban yang terdiri atas 2 buah laptop, 4 cincin emas, 1 kalung emas, dan 2 anting, serta uang tunai senilai Rp 150 ribu diminta dan diserahkan tanpa menaruh rasa curiga.
"Saat itu juga kami diajak keĀ warung dan seluruh barang kami diminta tanpa kami sadar telah melakukannya," kata Martina, salah satu korban saat memberi keterangan di Mapolresta Kediri, Senin (2/11/2009).
Keduanya baru tersadar menjadi korban gendam selang setengah jam pasca sang wanita dan lelaki yang menipunya pergi.
"Saya ditegur sama penunggu warung karena tampakbengong dan saat itu kami baru sadar kalau ditipu," ungkap Martina sambil menunjukkan benda kecilĀ dalam bentuk kotak berukuran 5x5 Cm dengan tulisan arab di dalamnya.
Ciri-ciri pelaku wanita berumur sekitar 35 tahun, saat melakukan penipuan mengenakan kaos warna merah dan celana jeans warna biru serta menenteng tas kecil warna cokelat. Sementara pelaku lelaki berumur sekitar 40 tahun mengenakan kaos warna cokelat muda dan celana jeans warna biru serta sepatu sport warna putih kombinasi biru.
"Ciri-ciri pelaku sudah kami kantongi berdasarkan keterangan korban dan semoga kami bisa secepatnya mengungkapnya," kata KBO Reskrim Polresta Kediri Iptu Surono.
Terkait modus gendam itu Surono sudah berkoordinasi dengan Bagian Binamitra meminta masyarakat selalu meningkatkan kewaspadaan. Diharapkan tidak mudah percaya dan diminta secepatnya memberikan laporan ke aparat kepolisian.
"Bisa jadi ini modus baru yang memang harus diwaspadai karena menggunakan tenaga seorang wanita untuk membuka aksi kejahatan," tandasnya.
(wln/wln)











































