Dua Keluarga Carok, 1 Orang Tewas

Dua Keluarga Carok, 1 Orang Tewas

- detikNews
Senin, 02 Nov 2009 10:06 WIB
Pamekasan - Hanya gara-gara kayu bakar, dua keluarga asal Desa Bulangan, Kecamatan Pagentenan, Pamekasan terlibat carok. Akibat peristiwa berdarah itu seorang mahasiswa Universitas Islam Madura bernama Ruslan (21). Kejadian itu terjadi pada Minggu (1/11/2009) petang.

Carok itu saat Jatim (48) bersama anaknya Ruslan mendatangi kediaman Hadiri (34) dan
Munari (32). Jatim dan Ruslan hendak menyelesaikan persoalan pemukulan atas diri Muzaki (32) saudara sepupu Jatim.

"Pak Jatim dan Ruslan mendatangi rumah Hadiri, lantaran mengetahui Muzaki dipukul hingga telinga bagian kanan berdarah. Pak Jatim dan Ruslan ingin menyelesaikan secara kekeluargaan agar Hadiri mengobati telinga Muzaki yang terluka," kata Saudara kandung Jatim, Rukmini kepada detiksurabaya.com di RS Larasati, Senin (2/11/2009).

Muzaki kata dia dipukul Hadiri dan Munari gara-gara mengambil kayu bakar di sebelah
sekolah Madrasah dio Bulangan. Aksi pemukulan itu, terjadi pada Sabtu (31/10/2009) sore.

Menurut Rukmini, seharusnya Muzaki tidak perlu dipukuli hingga telinganya berdarah. Sebab, Muzaki dikenal sebagai orang yang tidak waras. "Sejak kecil, Muzaki telah menderita stres.Sikapnya persis orang gila," ungkap Rukmini.

Melihat telinga Muzaki berdarah, Jatim sempat menemui Hadiri pada Sabtu malam dan
Minggu pagi. Tapi tidak ketemu. Jatim kemudian mengajak Ruslan mendatangi rumah Hadiri pada Minggu petang. "Belum sampai ke rumah yang hendak didatangi, ternyata Pak Jatim dan Ruslan telah dihadang Hadiri dan Munari. Saat bertemu itulah, mereka terlibat carok," tuturnya.

Saat terjadi carok, tidak seorangpun warga Desa Bulangan yang berusaha melerai. Warga baru bergerak, setelah ke-empat orang itu terkapar bersimbah darah. Di tangan mereka tampak celurit dan pedang yang berlumuran darah.

Warga kemudian membawa Jatim, Ruslan, dan Hadiri serta Munari ke RSU Pamekasan
di Jalan Raya Panglegur. Namun dalam perjalanan menuju rumah sakit, nyawa Ruslan
tak bisa tertolong. "Ruslan telah dikebumikan di Desa Bulangan," jelasnya.

Menghindari perselisihan lanjutan, Jatim kemudian dirujuk ke RS Larasati. Jatim menjalani
operasi di bagian pinggang dan tulang belikat kanan. Untuk menjaga keamanan Jatim, empat orang polisi tanpa seragam tampak berjaga di depan kamar perawatan Jatim di RS Larasati.

Penjagaan ekstra ketat, tampak juga di Zal B tempat Hadiri dan Munari dirawat. Hadiri
sempat menjalani operasi di bagian perutnya. Hadiri mengalami luka robek dibagian perut
hingga melukai ususnya. Munari juga menjalani operasi di bagian bahu kanan dan pinggang kiri.

Kasatreskrim Polres Pamekasan, AKP Muhamad Kholil belum menetapkan siapa pun yang
menjadi tersangka. "Kami belum berani menetapkan siapa yang menjadi tersangka. Kami masih mendalami kasusnya. Untuk sementara, kami masih mengamankan wilayah TKP dan dua rumah sakit," kata AKP Kholil kepada wartawan di ruang kerjanya.

(wln/wln)
Berita Terkait