Para korban yang juga satu tetangga di Dusun Pesisir Desa Sumberanyar RT 29 RW 8 dimakamkan dalam jarak sekitar 100 meter. Pemakaman umum desa tersebut terlihat penuh dengan bunga-bunga yang sengaja diberi oleh warga atau petakziyah.
Suasana haru saat pemakaman terlihat syahdu. Para keluarga korban yang ditinggalkan seakan kehilangan sanak saudaranya yang meninggal dengan cara tragis. Mereka tidak menyangka, ziarah wali songo yang digelar rutin setiap tahun yang dipimpin H.Ilyas (50) mengalami kecelakaan.
Pantauan detiksurabaya.com, kedatangan para jenazah korban tidak datang secara bersamaan. Jenazah dibawa dari Tuban mengendarai ambulance yang dibiayai keluarga korban sendiri. Melihat kedatangan ambulance RSUD Dr R Koesma Tuban, jerit tangis keluarga korban meledak.
Jenazah H.Kholim yang tiba lebih dulu langsung dibawa ke Masjid Al-Mustaqim yang jaraknya hanya beberapa meter dari rumah korban. Jenazah pun disalati.
"Kami tidak menyangka almarhum meninggal dalam kecelakaan ziarah wali songon," ujar salah satukeluarga korban, Saleh kepada detiksurabaya.com saat ditemui di rumah korban, Senin (2/11/2009).
Sementara Ketua RT 29, H. Imron mengatakan, setelah disalati seluruh jenazah korban kecelakaan dimakamkan semalam hampir bersamaan. "Warga dan pihak keluarga sepakat jenazah korban dimakamkan semalam," katanya.
Informasi yang dihimpun menyebutkan, dari ke-8 jenazah ada 4 korban dimakamkan di Dusun Pesisir, Desa Sumberanyar, Kecamatan Paiton, Kabupaten Probolinggo. Mereka yakni Ny. Misti'ah (45), Ragimin (37), H. Kholim (65) dan Faisol (17).
Sedangkan korban Ny. Halifah (20) alias Kholib bersama putranya bernama M. Yunus (6) dimakamkan di Nguling, Pasuruan. "Mereka berdua dimakamkan di Nguling, Pasuruan karena rumah orangtuanya sendiri," ujar warga setempat.
Sementara korban bernama Atmo (37) dimakamkan di Desa Alas Nyiur, Kecamatan Besuk dan korban Nurfadila dibawa ke Bondowoso. Sedangkan korban yang mengalami luka berat maupun ringan sebanyak 16 orang.
Keluarga Faisol Tak Ada Firasat
Salah satu keluarga korban kecelakaan, Faisol (17) mengaku tak ada firasat sebelum keberangkatan kerabatnya, Sabtu (31/10/2009). Kakak kandung Faisol, Hilmi (25) saat ditemui detiksurabaya.com, tidak banyak memberikan komentar.
Hilmi hanya menangis sambil menunjukkan foto mendiang Faisol bersama adik korban bernama Yayuk (15). Hal senada juga diungkapkan oleh bibi korban, Hj.Nurhayati. "Saya juga tidak merasakan firasat apa-apa," katanya sambil menangis. (fat/fat)











































