Ternyata jenglot itu palsu. Lutfi pun diamankan polisi karena dianggap meresahkan pada Kamis (29/10/2009). Padahal gara-gara jenglot itu, Lutfi menjadi tenar dan dicari banyak orang.
Dihadapan polisi, Lutfi mengaku kalau dirinya tidak mengetahui jenglot itu palsu. Dia
membeli dari Yudi alias Pak Eni (40) warga Dusun Tegal Arum, Desa Kotakan, Kecamatan Situbondo dengan harga 100 ribu.
"Saya tidak tahu kalau itu palsu. Saya tahu ketika ditangkap polisi," katanya kepada wartawan di Mapolsek Kapongan.
Lutfi mengakui dia membeli jenglot karena terinspirasi ingin dikenal banyak orang. Selain itu kata dia dengan memiliki jenglot dapat menangkal ilmu sihir.
"Saya hanya terinspirasi untuk dikenal banyak orang, Selain itu, katanya kalau memiliki jenglot dapat menangkal ilmu sihir," ungkapnya.
Sementara itu, Kapolsek Kapongan AKP Wardoyo mengatakan pihaknya masih mencari orang yang membohongi Lutfi. "Lutfi hanya kita mintai keterangannya, sementara jenglot palsu sudah kita amankan," tuturnya.
Jenglot yang dipamerkan Lutfi panjangnya sekitar 20 cm, giginya yang bertaring keluar dari kedua bibir dan rambutnya berwarna hitam terurai panjang hingga menyentuh kakinya.
Ternyata jenglot itu terbuat dari gabus yang dilapisi karet coklat mirip kulit manusia, sementara taringnya terbuat dari tusuk gigi yang dicat putih, sedangkan rambut terbuat dari rambut bekas. (wln/wln)










































