Pelaku Sutiha (40) mencurigai Hermanto (32) selingkuh dengan menantunya, Nurhayati sejak lama. Hingga Hurhayati sedang hamil muda. Padahal anaknya, Parman, yang juga suami Nurhayati sudah 2 tahun bekerja di Malaysia dan belum pernah pulang kampung.
Menurut salah satu saksi, Fadoli warga Desa Bulangan, carok itu sendiri terjadi Kamis (29/10/2009) pagi tadi. Saat itu pelaku keluar rumah sembari membawa celurit dan keranjang hendak mencari rumput. Tak disangka, pelaku berpapasan dengan Hermanto. Pucuk dicinta ulam pun tiba.
Pelaku yang sudah lama mencari orang yang diduga menjadi biang kerok, langsung mengendap-endap mendekati Hermanto. Setelah dekat, pelaku langsung menegur Hermanto agar bertanggung jawab atas perbuatannya. Hermanto pun sempat mengelak dan berusaha kabur.
Tapi langkah Hermanto dihadang pelaku yang langsung menyerang dan menyabetkan celurit meski sempat ditepis oleh Hermanto. Akibatnya tangan kirinya luka parah karena pelaku yang kalap berkali-kali menyabetkan celurit ke tubuhnya. Korban pun berteriak minta tolong dan langsung kabur.
Saat kabur itulah, korban sempat terjatuh dan tersangka mengayunkan celuritnya ke betis korban dan menyisakan luka cukup dalam.
"Kini, korban dirawat di Puskesmas Pagentenan. Lengan kirinya mendapat 10 jahitan. Sedangkan betisnya hanya diperban," kata Fadoli, yang masih kerabat korban kepada wartawan yang menemuinya di Puskesmas Pagentenan, Kamis pagi tadi.
Menurut Fadoli, pelaku curiga atas kedekatan korban dengan menantunya yang bernama Nurhayati. Kecurigaan makin bertambah, setelah pelaku melihat menantunya muntah-muntah. Setelah diperiksa bidan desa, ternyata Nurhayati sedang hamil muda.
Usai membacok korban, tersangka Sutiha langsung menyerahkan diri ke Mapolsek Pagentenan.
"Kami masih mendalami kasusnya. Tunggu saja hasil penyelidikan," kata Kasatreskrim Polres Pamekasan, AKP Muhamad Kholil saat ditanya modus carok di Desa Bulangan itu.
(fat/fat)










































