Pengasuh Perguruan Santriloka Siap Taruhkan Nyawa

Dituding Aliran Sesat

Pengasuh Perguruan Santriloka Siap Taruhkan Nyawa

- detikNews
Rabu, 28 Okt 2009 14:56 WIB
Pengasuh Perguruan Santriloka Siap Taruhkan Nyawa
Mojokerto - Pengasuh Perguruan Ilmu Kalam Santriloka, Kiai Ahmad Naf'an (Gus Aan), meminta para ulama dan kiai tidak cepat menuduh ajarannya sesat. Jika memang terbukti sesat, dirinya siap dihukum potong leher atau hukuman mati.

"Tolong kiai dan ulama dengarkan. Jika saya dituduh sesat, taruhannya potong leher. Negara dan Pancasila saksinya," kata Pengasuh Perguruan Ilmu Kalam Santriloka, Kiai Ahmad Naf’an (Gus Aan) kepada detiksurabaya.com, Rabu (28/10/2009).

Namun, jika nantinya ajarannya ternyata tidak sesat, dan sebaliknya pihak Santriloka bisa membuktikan kesesatan para kiai, maka hukum potong leher berlaku bagi para kiai dan santri. "Kalau ulama itu yang sesat, maka harus dipotong leher mereka beserta para santri," kata Gus Aan.

Namun karena ini negara hukum, Gus Aan menyatakan hukum potong leher itu harus dilakukan negara melalui Departemen Agama atau Pengadilan Negeri. "Tapi yang memotong leher bukan saya, melainkan Departemen Agama dan Pengadilan," kata Gus Aan.

Penegasan Gus Aan ini disampaikan, setelah mengetahui pendapat Majelis Ulama Indonesia (MUI) Jawa Timur, yang menyatakan ajaran Ilmu Kalam Santriloka telah menyimpang dan sesat. Ajaran ini juga dianggap sesat oleh ulama dan kiai tarekat di Mojokerto.

(bdh/bdh)
Berita Terkait