"Jelas sekali kalau melihat dari VCD yang ada, pengajian Santriloka jauh melenceng dari Islam dan sudah sesat," kata Ketua Umum Jamiyyah Ahlit-Thariqah Al-Mu'tabarah An-Nahdliyyah Mojokerto, KH Fakih Utsman kepada detiksurabaya.com, Rabu (28/10/2009).
Jamiyyah yang membawahi tarekat dan pesantren ini meminta pemerintah segera bertindak. Sebab dikhawatirkan ajaran ini semakin berkembang. "Khawatirnya lagi kalau ada tindakan anarkis dari umat," tegas Fakih.
Menurut Fakih, sejumlah komunitas tarekat dan pesantren di Mojokerto, sudah mengetahui dan mempelajari ajaran Ilmu Kalam Santriloka lewat 3 keping VCD yang beredar. "Banyak kiai yang sudah tahu dan semuanya mufakat itu sesat," tambah Fakih.
Ajaran Ilmu Kalam Santriloka, dianggap sesat karena tidak mewajibkan salat, puasa, dan haji, yang dianggap sebagai tipu daya bangsa Arab. Bahkan komunitas ini, menganggap sebagian isi Kitab Alquran sesat dan membahayakan persatuan dan kesatuan ummat.
Bahkan Alquran yang beredar di Indonesia dan negara-negara Islam, dianggap pengasuh Ilmu Kalam Santriloka, Kiai Ahmad Naf’an (Gus Aan), telah salah. Menurutnya, Alquran bukan dari Bahasa Arab. Melainkan Bahasa Kawi, Bahasa Sansekerta dan Bahasa Jawa Kuno.
(fat/fat)











































