MUI: Ajaran Perguruan Santriloka Sesat!

MUI: Ajaran Perguruan Santriloka Sesat!

- detikNews
Rabu, 28 Okt 2009 13:49 WIB
MUI: Ajaran Perguruan Santriloka Sesat!
Surabaya - Menyikapi ajaran yang diberikan Pengasuh Perguruan Ilmu Kalam Santriloka, Kiai Ahmad Naf'an (Gus Aan), Majelis Ulama Indonesia (MUI) menyatakan jika ajaran itu menyimpang dan sesat.

"Itu menyimpang dan pasti sesat," kata Ketua MUI Bidang Fatwa, Ma'ruf Amin kepada detiksurabaya.com saat dihubungi, Rabu (28/10/2009).

Menurutnya, salat itu perintah Allah dan dilaksanakan oleh nabi. Nabi kemudian kata dia menurunkan hal itu ke umat yang ada di muka bumi. "Itu adalah perintah Allah. Kalau menyimpang dari itu semua adalah sesat," tandasnya.

Ma'ruf meminta kepada MUI Jatim untuk melakukan investigasi terhadap perguruan tersebut. "Kita minta MUI Jatim untuk lakukan investigasi terhadap perguruan itu," tegasnya.

Sebelumnya, Pengasuh Perguruan Ilmu Kalam Santriloka, Kiai Ahmad Naf'an (Gus Aan) menyatakan salat seperti yang dilakukan umat Islam bukan perintah Allah. Karena bukan perintah, Gus Aan menyarankan para santrinya tidak perlu salat.

Perguruan Ilmu Kalam Santriloka menganggap sebagian isi Alquran sesat dan
membahayakan persatuan. Perguruan ini juga mengecam ibadah haji yang dianggap sebagai pembodohan Bangsa Arab terhadap Bangsa Indonesia.

Komunitas Perguruan Ilmu Kalam Santriloka ini juga memperkenalkan 4 jenis salat. Yaitu Salat Maghrib, Isya, Subuh dan Dhuhur. Namun ke-4 jenis salat itu, tidak sama dengan salat umat Islam. Begitu pula salat Ashar juga tidak dikenal di komunitas ini.

Menurut Aan, Maghrib berarti Mageri Urip (Membentengi hidup) dengan budi pekerti, Isya berarti isak-isakno (Sebisa mungkin) berbuat baik kepada sesama, Subuh berarti ojo kesusu labuh (Jangan mudah percaya) dan Dhuhur berarti nduweni budi luhur (Bermoral).

Jika sudah bisa melakukan 4 jenis salat itu, maka tidak perlu salat Ashar, yang berarti ojo kesasar (Jangan tersesat). "Karena salat Ashar itu perintah agar tidak tersesat, maka salat Ashar tidak ada," kata Gus Aan menyatakan salat komunitas ini tidak seperti umat Islam lainnya.

(wln/fat)
Berita Terkait