Seperti yang dialami Devika Yusfiana Subagio Saputri, bayi berusia 10 bulan anak dari pasangan Sulin Oki Fitriasari (39),dan Achmad Subagio (37), warga Kelurahan Lirboyo, Kecamatan Mojoroto, Kota Kediri. Di usianya yang belum genap setahun, Devika mengalami hydrocepalus dengan lingkar kepala membesar hingga 53 cm.
Derita Devika semakin lengkap, setelah kedua orangtuanya mengaku kesulitan membiayai perawatannya di rumah sakit. Posisi Acmad Subagio sebagai ayah yang hanya bekerja sebagai kuli bangunan sulit menyediakan biaya perawatan anaknya.
"Jangankan untuk operasi mas, saat masih di rumah saja beli susu kadang tidak sanggup. Kalau ada duit ya saya belikan susu, kalau tidak ya terpaksa tajin (air sisa pencucian beras) saya berikan," kata Sulin memelas saat ditemui detiksurabaya.com di RS Gambiran Kota Kediri, Senin (26/10/2009).
Untuk biaya anaknya di rumah sakit saat ini, Sulin mengaku hanya mengandalkan bantuan pemerintah dalam bentuk jamkesmas. Untuk biaya selebihnya saat anaknya keluar dari rumah sakit, wanita berperawakan gemuk ini mengaku masih kesulitan biaya.
"Kalau jamkesmas kan untuk operasi dan obat, tapi di luar kami kan harus sanggup memenuhinya sendiri. Sekarang ya hanya bisa berharap, syukur-syukur nanti ada yang bisa memberikan bantuan," ungkpnya memelas.
Penyakit hydrocepalus yang diderita Devika, diketahui sejak dia berusia 6 bulan. Petugas posyandu yang memeriksanya mencurigai besar kepala yang terus mengalami pembesaran, berbeda dengan pertumbuhan anak seusianya. Lingkar kepala bayi mungil yang memiliki saudara kembar bernama Devita tersebut, saat ini mencapai 53 cm, sedangkan pada bayi normal seharusnya berkisar antara 40 hingga 41 cm.
"Kembarannya sudah meninggal saat usianya 26 hari. Kata dokter ada penyempitan di pembuluh otaknya," cerita Sulin lirih.
Kedua orangtua Devika yang saat ini menunggui anaknya di rumah sakit hanya bisa berharap, proses operasi dapat berjalan lancar dan anaknya dapat kembali normal. "Kami tidak ingin kehilangan anak lagi. Kakak pertamanya sudah meninggal, kembarannya juga meninggal, kami ingin dia bisa hidup dengan normal," ujar ayah Devika, Subagio.
Kabag Humas RSUD Gambiran, Yanik mengaku pasien kategori ini penyebabnya belum diketahui. Namun diperkirakan faktor kemiskinan sehingga gizi ibu hamil terpenuhi.
(fat/fat)











































