Korban, Puhawi (35) warga Desa Nyabakan Barat, Kecamatan Dongkek, Kabupaten Sumenep, Madura ditemukan di bawah bangkai kapal, Senin (26/10/2009) dini hari.
Puhawi diduga korban terbakarnya kapal BBM tersebut setelah pihak keluarg melaporkan kehilangan ke Polsek Kalianget. Sehingga dilakukan pencarian oleh warga bersama petugas. Alhasil, akhirnya korban ditemukan dengan kondisi mengenaskan.
Saat ditemukan korban dalam posisi telungkup dan sudah kaku dengan luka bakar di sekujur tubuhnya di bawah bangkai kapal BBM yang mengangkut 48 drum solar dan 96 drum bensin.
Kapolsek Kalianget, Sumenep, AKP Arifaini mengatakan, pencarian korban dilakukan berdasarkan laporan dari keluarganya.
"Ternyata benar ada korban tewas dibawah bangkai kapal Alif Utama itu," terang Arifaini kepada wartawan di tempat kerjanya, Jalan Pelabuhan Kalianget, Sumenep.
Korban pun langsung dievakuasi dan dikirim ke RSU dr Moh Anwar Sumenep untuk diotopsi. "Lalu korban diserahkan pada keluarganya," ungkapnya.
Sebelumnya, seorang korban KLM Alif Utama terbakar di Pelabuhan Gersik Putih, Kalianget, Sumenep ditemukan terapung. Korban, Jamaludin (39) warga Masalembu ditemukan sekitar 700 meter dari lokasi kejadian oleh seorang nelayan setempat, Abdul Kifli (42) yang sedang mencari ikan.
KLM Alif Utama terbakar di Pelabuhan Gersik Putih, Kalianget, Sumenep pukul 20.35 WIB, Kamis (22/10/2009). Rencananya akan menuju Pulau Masalembu, namun sebelum berangkat terbakar. Dalam peristiwa tersebut, 4 orang masih dirawat di RSU Sumenep, 2 orang selamat dan korban tewas menjadi 2 orang. (fat/fat)










































