Belum diketahui penyebab peristiwa itu. Sebab, Muhammad belum bisa dimintai keteranga. "Menurut beberapa saksi dan tetangga, tersangka stres," kata Kapolsek Ambulu AKP Sutarjo, Sabtu (24/10/2009).
Menurutnya, Muhamad pertama kali membacok Sholeh yang berada di warung dekat rumah Muhammad. Tanpa banyak cing-cong, Muhammad tiba-tiba mengamuk dengan mengayunkan celuritnya ke arah sekelompok orang yang sedang makan dan minum di warung itu.
Tak pelak, orang-orang itupun berhamburan melarikan diri. Apes bagi Sholeh. Ia terkena sabetan celurit di bagian punggung, dan terkoyak hingga ke lambung.
Setelah itu, dengan langkah gontai dia menuju rumahnya. Dan di rumah itu dia menyabetkan celuritnya ke tubuh istrinya, Rohayati. Perempuan itu juga terluka di bagian punggung, hingga ke paru-paru. Hadi mencoba menenangkan bapaknya, tetapi dia juga terkena sabetan celurit. Tangan pemuda yang duduk di bangku SMA itu terluka.
Warga pun segera menangkap Muhammad dan mengikatnya. "Korban yang terluka berat dan kritis dilarikan ke RSUD dr Soebandi, sedangkan anaknya
hanya di Puskesmas," imbuh Sutarjo.
Polisi pun akan memeriksakan kondisi kejiwaan Muhamad ke psikolog, untuk memastikan apakah dia benar-benar stres.
(fat/fat)











































