Koordinator aksi, Edi Waluyo mengatakan pemindahan terminal itu dinilai tidak disosialisasikan ke pedagang.
"Terus terang kita kecewa dengan Pemkab Ngawi, kenapa tidak pernah diberitahu jika ada pemindahan terminal. Di samping itu pedagang juga mengeluh sepi. Terus gimana nasib kami," jelas Edi dengan jengkel di sela-sela aksi.
Dalam aksinya pengunjuk rasa membentangkan poster bertuliskan: "Untuk Apa Dana Rp 42 miliar Kalau Nasib Kita Tidak Jelas".
Sementara aksi puluhan PKL dan pegawai agen bus Ngawi hingga sore tadi tidak digubris satu pejabat dinas terkait. Massa pun mengancam akan melakukan aksi saat dilakukan peresmian oleh Gubernur Jatim Soekarwo Senin besok. Sedangkan puluhan polisi dari Polres Ngawi mengawal ketat aksi tersebut.
(fat/fat)











































