Mereka yang datang dari berbagai desa tetangga disodori kotak amal untuk memberikan sumbangan Bangunan Masjid Baitul Muttaqim. Sedangkan jumlah sumbanganĀ yang diberikan pengunjung tidak ditentukan besarannya.
"Sumbangan di depan itu, diminta seikhlasnya kok mas," kata Hasyim saat berbincang-bincang dengan detiksurabaya.com di rumahnya, Sabtu (24/10/2009).
Permintaan sumbangan, muncul dari tokoh masyarakat takmir masjid. Saat itu warga yang datang sudah puluhan orang dan memenuhi halaman rumah.
"Ustad Rohim bilang pada saya, bagaimana jika ditarik sumbangan untuk masjid, lalu saya mengiyakan," ungkap Hasyim.
Takmir Masjid Baitul Muttaqim Ustad Rohim menggatakan, ide penarikan sumbangan itu karena masjid masih dalam proses pembangunan dan masih banyak membutuhkan dana. Kebetulan banyak orang yang berkerumum melihat kambing berkepala dua.
"Dengan melihat kambing aneh sambil beramal khan baik mas," kata Ustad Rohim ditemui di rumahnya.
Hingga pukul 12.00 WIB warga yang ingin melihat kambing aneh semakin banyak. Bahkan bukan hanya warga desa setempatĀ elainkan dari desa-desa tetangga. Tersebarnya kabar anak sapi aneh itu beredar dari mulut ke mulut, hingga terdengar di mana-mana.
Pengamatan detiksuarabaya.com, sebagian warga ingin memegang sapi anehnnya agar memperoleh peruntungan.
"Saya dengar tadi pagi dari orang-orang ada sapi aneh, makanya saya datang ke sini," kata Joni Ismanto (26) asalĀ Desa Senduro Kecamatan Senduro bersama istri dan anaknya.
(fat/fat)











































